Umat Islam disunnahkan membaca doa akhir dan awal tahun Hijriah hari ini, Senin, 16 Juni 2026, Pasalnya, hari ini, tahun 1447 Hijriah resmi berakhir dan digantikan 1448 Hijriah. Lalu, seperti apa doanya?
Perlu detikers ketahui sebelumnya, ada persilangan pendapat di antara ulama mengenai doa akhir dan awal tahun. Sebagian menganjurkan berdasar hadits umum, sedangkan lainnya menolak karena Nabi SAW tidak mengajarkan secara khusus.
Terlepas dari perbedaan itu, tidak ada salahnya bagi detikers untuk mengetahui bacaan doa akhir dan awal tahun Hijriah. Simak lafal Arab, Latin, dan artinya dalam uraian berikut, yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Awal Bulan Hijriah Sesuai Sunnah
Pergantian tahun Hijriah sejatinya menandakan Dzulhijjah berakhir dan bermulanya Muharam. Berbeda dengan awal tahun, Nabi Muhammad SAW diketahui mengajarkan doa khusus untuk dibaca tiap awal bulan, termasuk Muharam.
Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Abduh Zulfidar Akaha, ketika menyaksikan hilal (bulan sabit baru) tanda dimulainya bulan Hijriah, Nabi SAW membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
Arab Latin: Allāhu akbar. Allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmāni was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā yuḥibbu rabbunā wa yardhā, rabbunā wa rabbukallāh.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhoi Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR ad-Darimi no 1625, Ibnu Hibban no 2374, dan ath-Thabrani no 13330)
Doa Akhir Tahun Hijriah
Buat detikers yang memedomani pendapat membaca doa akhir tahun Dzulhijjah, begini lafalnya, dikutip dari buku Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif oleh Ustadz Rusdianto:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتُ عَلَى بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلَ. وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيَّ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ. اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنّى وَلَا تَقْطَعُ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Arab Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Wa shallallāhu 'alā sayyidinā wa maulānā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Allāhumma mā 'amiltu fī hādhihis-sanati mimmā nahaitanī 'anhu falam atub minhu wa lam tarḍahu wa lam tansahu wa ḥalimta 'alayya ba'da qudratika 'alā 'uqūbatī wa da'autanī ilat-taubati minhu ba'da jur'atī 'alā ma'ṣiyatika. Fa innī astaghfiruka faghfir lī.
Wa mā 'amiltu fīhā mimmā tarḍāhu wa wa'adtanī 'alaihits-tsawāba fa as'aluka. Allāhumma yā Karīmu yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām an tataqabbalahu minnī wa lā taqṭa' rajā'ī minka yā Karīm.
Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin an-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallama wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Arti: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.
Karena itu ya Allah, aku mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepadaku dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah kukerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi, dan kepada keluarga dan sahabatnya."
Doa Awal Tahun Hijriah
Berbeda dengan doa akhir tahun, begini lafal lengkap doa awal tahun Hijriah, dilansir NU Online:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Arab Latin: Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwalu, wa 'alā faḍlikal-'aẓīmi wa karīmi jūdikal-mu'awwal. Wa hādzā 'āmun jadīdun qad aqbala, as'alukal-'iṣmata fīhi minasy-syaithāni wa auliyā'ih, wal-'auna 'alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū', wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Arti: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Kapan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah Dibaca?
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, 1 Muharam 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Namun, berhubung pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, 1 Muharam sejatinya telah dimulai pada Senin, 15 Juni 2026 malam.
Menurut keterangan dari laman NU Online, doa akhir tahun Hijriah dibaca sebanyak 3 kali setelah ashar pada Senin, 15 Juni 2026. Sementara itu, doa awal tahunnya dibaca 3 kali usai sholat Maghrib pada Senin, 15 Juni 2026.
Sementara itu, untuk detikers yang memilih membaca doa awal bulan saja, doa itu bisa dibaca nanti malam, selepas waktu maghrib. Ada ulama yang mengatakan doa ini hanya dibaca bila melihat hilal, sedangkan yang lain beranggapan boleh-boleh saja tanpa melihat. Wallahu a'lam bish-shawab.
Nah, itulah pembahasan ringkas mengenai doa akhir dan awal tahun Hijriah beserta waktu membacanya. Semoga bermanfaat!
(num/ams)
