Madin Miftahul Huda Grobogan Ludes Terbakar

Madin Miftahul Huda Grobogan Ludes Terbakar

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 22 Jun 2026 17:27 WIB
Madin Miftahul Huda, Mlowokarangtalun, Pulokulon, Grobogan, ludes terbakar pada Senin (22/6/2026).
Madin Miftahul Huda, Mlowokarangtalun, Pulokulon, Grobogan, ludes terbakar pada Senin (22/6/2026). (Foto: dok. Polsek Pulokulon)
Grobogan -

Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Huda, Dusun Sambong RT 2 RW 5, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan ludes terbakar. Api diduga berasal dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar.

Kapolsek Pulokulon, AKP Danang Ersanto, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Senin (22/6) sekitar pukul 12.30 WIB dan dilaporkan pada pihaknya pukul 14.30 WIB.

"Awalnya sekira pukul 12.30 WIB, saksi yang rumahnya dekat dengan Madin Miftahul Huda melihat api yang sudah berada di atap Madin," kata Danang saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danang menjelaskan saksi kemudian memberi tahu hal itu kepada ketua yayasan dan masyarakat berusaha memadamkan api. Saat peristiwa terjadi, Madin dalam kondisi kosong.

"Kemudian bersama-sama masyarakat berusaha memadamkan api dengan alat dan air seadanya. Nggih leres (saat kejadian Madin dalam kondisi kosong)," ujar Danang.

ADVERTISEMENT

Danang menuturkan pihak pemadam kebakaran belum sempat datang hingga si jago merah melalap habis bangunan Madin. "Betul (pemadam kebakaran belum sempat datang). Api terlalu cepat menjalar," ungkap Danang.

Danang merinci madin tersebut berbahan kayu. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Adapun madin yang terbakar yaitu berbentuk bekuk lulang, luas bangunan 12x7 meter, tiang dari kayu jati dengan ukuran 14x14x300 sentimeter, usuk dan reng dari kayu campuran, dinding dari papan kayu campuran. Kerugian kurang lebih Rp 60 juta," rinci Danang.

Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Danang menjelaskan kebakaran disebabkan oleh rangkaian instalasi listrik dengan kabel yang tidak sesuai standar.

"Tidak terdapat korban jiwa. Diduga api berasal dari rangkaian instalasi listrik di dalam ruangan sekolah dan pada saat olah TKP ditemukan kabel yang tidak sesuai standar SNI," pungkas Danang.




(aku/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads