Produsen Minyakita PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, langsung menanggapi keluhan minyak goreng Minyakita bermasalah di Kecamatan Jogonalan, Klaten. Minyak goreng bantuan pangan tersebut kini sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru.
"Kami langsung bergerak begitu mendapat laporan dari warga. Minyakita sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru," kata pihak PT KMR, dalam keterangan yang diterima detikJateng, Rabu (24/6/2026).
Pihaknya turun langsung melakukan pengecekan serta penanganan bersama Bulog, pemerintah daerah, dinas terkait, aparat, hingga pemerintah desa. Perusahaan juga siap menanggung layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak yang diduga bermasalah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan konsumen. Karena itu, seluruh produk yang terindikasi bermasalah langsung ditarik dari peredaran sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut mengenai penyebab munculnya keluhan dari masyarakat," terang pihak PT KMR.
"Begitu menerima laporan, tim langsung melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap produk yang telah didistribusikan. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian serius. Perusahaan akan menanggung layanan medis atas keluhan kesehatan masyarakat tersebut," imbuhnya.
Saat ini, PT KMR bersama Perum Bulog dan instansi terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan tersebut. Pihak PT KMR berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan secara terbuka sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
PT KMR menegaskan temuan di Klaten tidak serta merta mencerminkan seluruh produk Minyakita yang diproduksi maupun didistribusikan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat menyampaikan laporan apabila menemukan produk yang diduga tidak sesuai standar kualitas.
"PT KMR meminta warga penerima bantuan tidak ragu melaporkan apabila menemukan produk yang tidak sesuai standar kualitas. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti guna memastikan bantuan yang diterima benar-benar aman untuk dikonsumsi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga di beberapa desa di Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengembalikan minyak goreng MinyaKita bantuan pemerintah. Minyak gratis dari program bantuan pangan itu dikeluhkan karena berbau solar.
"Baunya apek, seperti solar atau minyak pet (minyak tanah). Iya ini dikembalikan, alhamdulilah dapat ganti dan semoga tidak bau," ungkap warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Melani (40) kepada wartawan di kantor desa, Selasa (23/6/2026) siang.
Pantauan detikJateng, warga sejak pukul 10.00 WIB berdatangan ke kantor desa. Mereka membawa Minyakita yang masih tersisa atau yang belum digunakan. Di kantor desa, dengan menunjukkan KTP dan membawa minyak yang berbau ke petugas, mereka diberi minyak yang baru.
(aku/afn)
