Momen Emosional Asih Bantu Sampaikan Pesan Terakhir Peliharaan ke Majikan

Momen Emosional Asih Bantu Sampaikan Pesan Terakhir Peliharaan ke Majikan

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 28 Jun 2026 07:40 WIB
Animal communicator di Semarang Barat, Asih Hardianti, dengan kucing peliharaannya.
Animal communicator di Semarang Barat, Asih Hardianti, dengan kucing peliharaannya. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Sejak 2023 seorang animal communicator di Semarang Barat, Asih Hardianti, telah menangani kurang lebih 500 permasalahan hewan hingga kini. Dia juga kerap menyampaikan pesan terakhir peliharaan sebelum mati kepada sang majikan.

Asih memulai praktik animal communicator atau ancom sejak Agustus 2023. Hingga Juni 2026, dia telah menangani sekitar 520 hewan.

"Kalau ditangani ya, karena saya mulai buka praktek ancom itu kan Agustus 2023, sampai sekarang bulan Juni 2026. Itu mungkin kemarin saya cek, kayaknya sekitar 520," sebut Asih saat ditemui detikJateng di rumahnya di Jalan Puspanjolo Tengah Raya, Semarang Barat, Sabtu (27/6) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari ratusan praktik itu, Asih kerap menangani hewan peliharaan yang sakit parah. Biasanya, kata Asih, hewan yang hampir menemui ajal memiliki pesan tertentu kepada sang majikan.

"Saya komunikasi mereka (hewan) di akhir hayat mereka untuk menanyakan kesan-kesan dan permintaan-permintaan terakhir mereka. Terus terang ancom yang seperti itu, ancom yang menguras emosi dan menguras energi juga karena pesan-pesan terakhir itu biasanya di luar dugaan," jelas wanita lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

ADVERTISEMENT

Hewan pun tak ingin merepotkan pemiliknya saat menjelang mati. Sebab, kebanyakan majikan merasa sedih.

"Ternyata hewan yang sudah sakit parah itu sudah tahu batas kemampuan pemilik mereka. Jadi mereka sama sekali tidak ingin merepotkan pemiliknya. Biasanya mereka akan menyampaikan pemiliknya supaya jangan sedih, jangan bingung, jangan resah," ungkapnya.

Asih mengklaim, hewan yang bakal mati menunggu pemilik ikhlas untuk melepaskannya. Juga, setelah hewan menyampaikan permintaan terakhir akan cepat menemui Sang Pencipta.

"Saya bertanya kepada hewannya dan hewan itu akan menjawab sesuai dengan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan. Dan jika apa yang diinginkan oleh hewan itu dipenuhi oleh pemilik hewan itu biasanya prosesnya (mati) nggak akan lama," bebernya.

"Karena sebenarnya hewan itu akan akan meninggalkan pemiliknya untuk kembali ke Sang Pencipta itu juga menunggu keikhlasan pemiliknya. Kalau yang saya hadapi beberapa kasus, hewan ini belum kunjung meninggal karena pemilik belum ikhlas," lanjutnya.

Tak hanya menyampaikan keinginan terakhir peliharaan, Asih juga menguatkan si majikan untuk rela melepas hewannya. Beberapa pemilik telah menyiapkan liang lahat untuk hewannya.

"Saya juga menangani pemiliknya. Saya berikan masukan-masukan dan juga saya bimbing untuk untuk bisa belajar ikhlas, melepas semua yang bukan milik kita memang harus kita kembalikan ke Sang Pencipta," katanya.

"Tinggal nanti dari hewan tuh permintaannya apa. Kalau minta dikubur, dikuburnya di mana, apakah di lingkungan rumah atau mungkin di tempat lain. Karena kadang ada yang sudah menyediakan ataupun sudah memesan lahan untuk kuburan hewannya," lanjutnya.

Permintaan Terakhir Hewan Peliharaan

Asih menjelaskan, biasanya hewan ingin ditemani sang majika jika bakal menjelang kematian. Peliharaan itu bakal menyampaikan bahwa waktunya sudah dekat.

"Sebagian besar hewan itu ingin meninggal ditemani pemiliknya dan atas izin Allah. kadang Mereka menyebutkan, 'aku nggak akan lama lagi' atau mungkin, 'aku malam ini' kadang gitu. Mereka minta agar pemilik bisa menemani mereka di saat-saat terakhir mereka," kisahnya.

Di saat-saat terakhir, hewan ingin dibelai. Mereka juga tahu diri sehingga berterima kasih kepada majikan yang telah merawat semasa hidup.

"Hewan itu memang minta ditemani, minta di belai, minta di panggul. Dan hewan biasanya menyampaikan terima kasih kepada pemilik atas kasih sayang, atas perawatannya selama ini. Yang kedua ee dia mengatakan betapa besar rasa sayang mereka kepada pemilik," ungkapnya.

Pesan Cinta dari Anjing untuk Majikan: Mawar Merah dan Putih di Kuburan

Asih juga pernah menyampaikan permintaan terakhir seekor anjing kepada majikan. Permintaan tersebut merupakan ungkapan cintanya kepada si majikan.

Saat itu, anjing tersebut meminta agar dikuburkan di samping makam kakaknya yang telah mati dua tahun sebelumnya.

"Ada yang minta dikubur di samping kuburan kakaknya. Jadi ini anjing, kakaknya sudah duluan meninggal kira-kira 2 tahun yang lalu, dikuburkan memang di pinggiran Kota Semarang," tutur Asih.

Anjing itu juga meminta agar pemiliknya meletakkan dua tangkai mawar masing-masing merah dan putih di atas makamnya. Asih mengatakan, mawar itu adalah simbol cinta hewan itu kepada majikan.

"Anjing ini berharap bisa dikuburkan di samping kakaknya minta di atas makamnya nanti diberi bunga mawar merah, mawar putih, sebagai wujud rasa sayang dia ke pemiliknya, sebenarnya," kisah Asih.

"Karena dia sangat tahu pemiliknya, terutama yang perempuan, dia manggilnya kan mama. Karena dia tahu mama sangat sayang sama dia. Dia ingin menggambarkan, ingin mewujudkan rasa cinta dia ke mamanya yang tercinta lewat bunga itu," lanjutnya.

Berikut kata anjing itu menurut Asih, "Di atas kuburanku nanti dikasih bunga mawar merah mawar putih sebagai lambang cintaku ke mama."

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hewan Peliharaan Ikut Mudik? Simak Tipsnya Dulu!"
[Gambas:Video 20detik]
(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads