Heboh Mobil Muat Telur Dijarah Usai Laka di Purbalingga Berakhir Kekeluargaan

Heboh Mobil Muat Telur Dijarah Usai Laka di Purbalingga Berakhir Kekeluargaan

Anang Firmansyah - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 18:13 WIB
Proses mediasi antara sopir telur viral dengan perangkat Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, berakhir damai usai dipertemukan Bupati Purbalingga di ruangannya, Jumat (3/7/2026).
Proses mediasi antara sopir telur viral dengan perangkat Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, berakhir damai usai dipertemukan Bupati Purbalingga di ruangannya, Jumat (3/7/2026). Foto: dok. Prokopim Purbalingga
Purbalingga -

Kecelakaan tunggal yang menimpa mobil pikap pengangkut telur yang dijarah di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga menimbulkan polemik. Potongan video yang menunjukkan warga menjarah muatan telur yang berserakan itu menuai sorotan tajam.

Banyak warganet yang menyayangkan kelakuan para warga. Sebab, dalam narasi yang beredar sopir serta penumpangnya sempat terjebak di dalam kabin sebelum akhirnya diselamatkan warga.

Atas kejadian tersebut Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mempertemukan sopir sekaligus pemilik muatan telur, Arif, dengan warga serta perangkat desa untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati, Jumat (3/7/2026). Hadir dalam kesempatan itu Arif beserta krunya, Romadhon, perangkat Desa Kutawis, saksi yang membantu evakuasi, Kepala Dusun, Camat Bukateja, Kapolsek Bukateja, hingga jajaran Pemkab Purbalingga.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tersebut, Arif menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membantu saat kecelakaan terjadi.

"Kami korban kecelakaan tunggal di Desa Kutawis mengucapkan terima kasih kepada warga sekalian, khususnya Pak Kadus dan warganya yang telah membantu kami mengevakuasi sampai selesai, membantu menarik mobil kami sampai ke atas," kata Arif dalam siaran pers yang diterbitkan Prokompim Purbalingga, Jumat (3/7/2026).

Ia mengakui dalam situasi musibah terdapat ucapan maupun tindakan yang tanpa disadari menyinggung perasaan masyarakat.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tindakan kami, kata-kata yang kurang pas, termasuk dari Mas Romadhon yang melukai perasaan bapak-bapak sekalian. Terima kasih sekali karena kami sudah ditolong," ujarnya.

Arif juga berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan kejadian hanya dari video yang beredar di media sosial.

"Saya juga minta maaf. Mungkin ada netizen yang memposting dari satu sudut pandang yang kurang tepat. Kami berharap masyarakat mengetahui bahwa itu bukan sepenuhnya kesalahan mutlak warga," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Romadhon, yang mengunggah video kejadian hingga memicu polemik. Ia mengakui unggahan tersebut dibuat saat kondisi emosional dan tidak menggambarkan keseluruhan situasi.

"Untuk warga Kutawis, terutama atas postingan saya yang kata-katanya kurang pas, dari saya pribadi mohon maaf," ujar Romadhon.

"Dalam postingan saya menyatakan 'tidak ada yang peduli', namun pada kenyataannya kami memang dibantu warga saat proses evakuasi," lanjut Romadhon.

Warga yang hadir pun menjelaskan sejak awal kejadian banyak warga bergotong royong menolong korban, mengevakuasi kendaraan, membersihkan jalan dari tumpahan telur agar tidak membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan ada pula yang mengatur arus lalu lintas.

Sementara itu, Bupati Fahmi menegaskan mengambil barang milik orang lain saat terjadi musibah tetap merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Namun, menurutnya, tidak tepat jika seluruh warga Kutawis atau masyarakat Purbalingga digeneralisasi hanya karena potongan peristiwa yang viral.

"Tindakan mengambil telur itu memang tidak dibenarkan dan salah, saya turut prihatin kepada Pak Arif atas kerugian yang dialami. Namun di saat yang sama kita juga tidak boleh menutup mata bahwa banyak warga yang dengan ikhlas membantu proses penyelamatan dan evakuasi tanpa mengharapkan imbalan," ujar Fahmi.

Ia juga mengapresiasi Kepala Dusun Kutawis yang langsung mengimbau warga mengembalikan telur yang sempat diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral. Fahmi menyebut musibah kerap membuat seseorang berada dalam kondisi emosional sehingga semua pihak perlu saling memahami.

"Saya tidak ingin menghakimi siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang terpenting hari ini semua pihak sudah bertemu, saling menjelaskan, saling meminta maaf, dan saling memaafkan. Mari kita akhiri persoalan ini dengan baik," katanya.

Fahmi mengakui persepsi publik yang telanjur terbentuk akibat viralnya peristiwa di media sosial tidak mudah diubah. Namun, ia memastikan persoalan tersebut telah selesai secara kekeluargaan.

"Yang paling baik adalah tidak memperpanjang polemik ini lagi. Jangan sampai terus diputar di media sosial karena justru akan membuka kembali luka semua pihak," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Fahmi menyerahkan santunan kepada Arif untuk membantu meringankan kerugian akibat kecelakaan. Ia juga memberikan bingkisan kepada Kepala Dusun dan warga yang terlibat dalam proses evakuasi.

Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial agar peristiwa serupa tidak kembali memicu kesalahpahaman.

"Marilah kita bermedia sosial dengan bijak. Satu unggahan bisa berdampak luas dan melukai banyak orang. Karena itu gunakan media sosial secara bertanggung jawab," pesannya.

Pertemuan itu ditutup dengan saling berjabat tangan dan komitmen seluruh pihak untuk mengakhiri polemik. Pemkab Purbalingga berharap masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara utuh, termasuk besarnya semangat gotong royong warga yang membantu proses penyelamatan korban.

Sebagai informasi, kecelakaan itu terjadi pada Minggu (28/6) pukul 16.05 WIB lalu. Pikap mengangkut 1,3 ton telur itu diambil dari kandang peternak menuju ke Purwokerto kecelakaan.

Dalam video yang beredar tampak telur muatan pikap dijarah warga. Lalu dinarasikan sopir masih terjebak di dalam kabin saat warga sibuk mengamankan telur tersebut.

Halaman 2 dari 2
(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads