Menjelang bulan Ramadan harga sejumlah komoditas di Pasar Rejowinangun Magelang merangkak naik. Kenaikan terjadi pada harga cabai, sayuran, daging hingga telur ayam.
"Cabai rawit merah (setan), sekarang Rp 85 ribu. Sama yang itu naik itu (cabai keriting merah) Rp 45 ribu. Terus yang hijau Rp 25 ribu. Ceplus itu Rp 60 ribu," kata M Fahrul, penjual sayuran di Pasar Rejowinangun Magelang, Jumat (13/2/2026).
Fahrul menyebut, sebelum mengalami kenaikan, cabai rawit merah atau setan dihargai Rp 60 ribu per kilogram. Sementara harga cabai keriting merah sebelumnya Rp 35 ribu dan ceplus Rp 50 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahrul menyebut kenaikan harga cabai dipicu musim penghujan yang membuat stok barang berkurang.
"(Kenaikan) Faktor musim toh. Emang barang dari lokasi (petani) emang nggak ada, stok habis," ucapnya.
"(Faktor puasa?) Nggak. Nggak pengaruh aslinya, nggak pengaruh. Itu emang dari faktor (cuaca) kayak cabai ini kan gagal panen. Faktore gagal panen," imbuh Fahrul.
Selain cabai yang mengalami kenaikan, kata dia, sayuran juga mengalami kenaikan seperti sawi caisim dan kubis.
Kenaikan juga terjadi pada daging ayam potong. Harga sebelumnya Rp 30 ribu, sekarang per kilo tembus Rp 40 ribu.
"Naik, jadi Rp 40 ribu per kilo. Sebelumnya Rp 30 ribu, paling tinggi Rp 35 ribu, sekarang Rp 40 ribu. Itu pakai tulang," kata Teguh Adi Prayitno (63), penjual daging ayam potong.
"Tapi, kalau cuma daging tok (tanpa tulang), ini ada yang Rp 45 ribu, ada yang Rp 50 ribu. Tinggal penjualannya aja. Kalau saya rata-rata kalau pakai ini daging tok itu Rp 45 ribu. Tapi, tanpa kulit Rp 50 ribu," ujarnya.
Kenaikan tersebut, kata dia, telah berlangsung sejak 5 hari yang lalu. Ia memprediksi saat puasa atau menjelang Lebaran bisa naik kembali.
"Iya, mungkin, mungkin juga bisa naik lagi, tapi kalau turun nggak mungkin. Tapi kalau naik bisa," tegasnya.
Teguh menyebut, kenaikan ini berdampak pada penurunan pembeli.
"Wah iya, mengalami penurunan banyak sekali (pembeli). Penurunannya tuh ya biasanya harga Rp 40 ribu kalau dinaikin Rp 45 ribu nggak mau, maunya turun terus. Tapi, kalau tanpa tulang gitu kan Rp 45 ribu, itu banyak yang nggak mau, mundur," ujarnya.
Harga telur juga mengalami kenaikan. Harga per kilo telur berkisar Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu.
"Iya, sekitar Rp 29 atau Rp 30 ribu. Sebelumnya Rp 27 ribu. Iya, kemarin menjelang Ramadan ini juga, terus ada kalau tradisi nyadran itu pengaruh," kata Rina, penjual telur.
Dihubungi terpisah, Analis Perdagangan Ahli Muda, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Magelang, Budi Imam Hakim, membenarkan beberapa komoditas menjelang puasa mengalami kenaikan.
"Kalau untuk harga cabai memang cenderung fluktuatif," kata Hakim.
Kemudian, harga telur sedikit mengalami kenaikan minggu kemarin. "Harga di kisaran Rp 25-26 ribu (minggu kemarin) untuk minggu ini di Rp 27-29 ribu," katanya.
"Daging sapi paha belakang Rp 135 ribu, pada depan Rp 125-130 ribu. Tetelan Rp 80 ribu, harga masih stabil," ujarnya.
(aku/apl)
