Bawang Bombai Mini Ditemukan di Pasar Bumiayu Brebes Bikin Petani Resah

Bawang Bombai Mini Ditemukan di Pasar Bumiayu Brebes Bikin Petani Resah

Imam Suripto - detikJateng
Kamis, 30 Apr 2026 20:54 WIB
Sidang bawang merah di Pasar Seng Bumiayu Brebes, Kamis (30/4/2026).
Sidak bawang merah di Pasar Seng Bumiayu Brebes, Kamis (30/4/2026). Foto: dok. Istimewa
Brebes -

Bawang bombai mini ilegal ditemukan masih dijual di sejumlah pedagang di Pasar Seng Bumiayu Brebes. Petani mengaku resah karena bisa menghancurkan produk setempat.

Keberadaan bawang impor ini diketahui oleh petugas Pasar Seng, Kamis (30/4/2026). Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Usaha Mikro dan Perdagangan, Agung Tirto Kumara, menjelaskan ada dua lapak yang menjajakan bawang bombai mini tersebut.

"Hari ini kami sudah meminta kepala pasar untuk mengecek kebenaran adanya informasi bawang merah bombai mini yang dijual di sejumlah pasar tradisional. Hasilnya memang sementara kami menemukan dua pedagang yang menjual bawang merah bombai mini di Pasar Seng Bumiayu," ungkap Agung Tirto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menambahkan, bawang bombai merah impor di pasar itu tidak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 105/Kpts/SR.130/D/12/2017. Permentan itu mengatur, bawang bombai impor harus memiliki garis tengah minimal 5 cm. Sementara diameter bawang di Pasar Seng kurang dari 5 cm dan ukurannya kecil sehingga mirip bawang merah lokal Brebes.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 105/Kpts/SR.130/D/12/2017, bawang bombai yang dapat diimpor harus memiliki diameter umbi minimal 5 cm," tegasnya.

Karena bentuk bawang bombai mini mirip bawang merah lokal, dikhawatirkan akan merugikan konsumen. Mereka akan mengira bombai mini yang dibeli adalah bawang merah asli Brebes.

Terkait dampak masuknya bawang impor itu, Rohman (45), petani bawang merah asal Desa Tengki mengaku khawatir akan merusak harga bawang merah lokal. Menurut dia, harga bawang bombai mini lebih murah dibanding lokal.

"Karena bentuknya mirip dan murah, pembeli akan memilih bombai mini. Itu bisa menghancurkan produk Brebes," kata Rohman.

Rohman berharap, ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi petani lokal. Mengingat, saat ini banyak petani yang sedang menanam bawang merah.

"Meski baru memasuki masa tanam, tapi saya resah saat panen mendatang harganya rusak. Kalau bisa pemerintah segera ambil tindakan," katanya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, meminta agar pemerintah terus mengawasi peredaran bawang merah impor illegal. Hal ini untuk melindungi petani lokal agar tidak rugi.

"Kami mendesak agar pemerintah bisa mengendalikan bawang merah bombai mini tidak dijual belikan di Indonesia, karena jelas bisa merugikan para petai lokal," tegasnya.

Menurut Alex, harga eceran bawang lokal saat ini pada kisaran Rp 40 ribu sampai 45 ribu per kg. Sedangkan bawang bombai mini harga eceran Rp 38 ribu per kg.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads