Gudang SMK di Brebes Jadi Tempat Oplos Gas, Plt Kasek: Kami Tahu dari Media

Gudang SMK di Brebes Jadi Tempat Oplos Gas, Plt Kasek: Kami Tahu dari Media

Imam Suripto - detikJateng
Senin, 13 Apr 2026 18:59 WIB
Barang bukti praktik oplos gas LPG di Brebes.
Barang bukti praktik oplos gas LPG di Brebes. Foto: Imam Suripto/detikJateng.
Brebes -

Tersangka KH, oknum Kepala SMK Nurul Huda, Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes melakukan pengoplosan LPG sejak Februari lalu. Pihak sekolah mengaku tidak tahu-menahu aktifitas mengoplos gas tersebut.

Pascaterbongkarnya praktik oplos gas LPG 3 kg subsidi ke tabung 12 kg nonsubsidi, suasana sekolah ini tampak berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar berjalan normal seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Setelah KH ditangkap terkait kasus oplos gas LPG, pihak yayasan kemudian mengangkat Plt kasek. Plt Kepala SMK Nurul Huda, Akhmad Nurullah, kepada wartawan menegaskan, kasus oplos gas sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar. Murid dan guru tetap beraktifitas seperti biasanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat mandat jadi Plt (kasek) meski SK belum ada. Saya ditugasi untuk memastikan murid tetap belajar dan guru mengajar seperti biasanya," tegas Akhmad Nurullah, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

Terkait praktik oplosan gas, Nurul mengaku tidak tahu-menahu. Selama ini dirinya beranggapan tumpukan tabung gas di gudang ukuran 3x5 milik tersangka KH.

"Saya tahunya, tabung gas itu milik KH, karena memang jualan gas. Kami baru tahu ada pengoplosan setelah berita itu dimuat media," terangnya.

Nurul menduga, pengoplosan dilakukan saat kondisi sekolah sepi, sehingga para guru dan murid tidak ada yang curiga.

Terlebih, lanjut Nurul, sejak Februari lalu banyak kegiatan yang harus dilakukan. Mulai kegiatan Ramadan, sampai persiapan ujian.

"Praktik itu kan dilakukan pada malam hari atau sore. Kami benar-benar mengira tabung itu sekadar transit jadi tidak ada yang mengetahui. Apalagi kami kemarin memang sibuk, mulai kegiatan Ramadan dan persiapan ujian," pungkasnya.

Sebagaiaman diberitakan sebelumnya, praktik ilegal pengoplos gas LPG di Brebes dibongkar oleh pihak kepolisian. Ironisnya, aksi melanggar hukum tersebut dilakukan oleh seorang kepala sekolah di salah satu SMK swasta di wilayah Kecamatan Paguyangan, Brebes.

Pelaku berinisial KH (50) menjadi otak di balik pengoplosan LPG. Sedangkan satu pelaku lain yakni T (46) yang bertugas menjalankan aksi pengoplosan. Akibat perbuatan pelaku, kerugian negara mencapai Rp 802 juta.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, dalam konferensi pers Jumat (10/4) di Mapolres Brebes mengungkap, ada dua orang yang diamankan yaitu KH (50) selaku guru dan kepala sekolah, kemudian T (46) sebagai pengoplos gas.

"Polres Brebes membongkar tindak pidana penyalahgunaan elpiji subsidi 3 kg ke tabung 12 kg non subsidi," jelas Kapolres Brebes, Jumat (10/4/2026).

Terbongkarnya aksi pengoplosan bermula dari adanya laporan warga terkait aktivitas oplos gas elpiji. Selanjutnya, anggota Satreskrim Polres Brebes menggerebek tempat oplos elpiji pada Rabu (8/4) lalu.




(apl/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads