Polisi menangkap Suparman (53) alias Blendus, pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah Lestari (11) di rumahnya Desa Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6) lalu. Blendus ternyata seorang residivis rampok yang punya sejarah kelam membunuh para korbannya.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasri mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya, Kedung Sopo, Desa Bumiaji, Gondang, Sragen, Selasa (9/6) malam. Ia mengatakan, pelaku selama ini bekerja sebagai buruh tani.
"Alhamdulillah, tadi malam, Selasa tanggal 9 Juni 2026 sekira pukul 23.00 WIB, tim dari Resmob Satreskrim Polres Sragen berhasil mengamankan pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan. Pelaku ini berhasil diamankan di rumahnya yang beralamat di Kedung Sopo, Desa Bumiaji, Gondang, Sragen," katanya di Mapolres Sragen, Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewiana mengungkapkan, pelaku merupakan residivis kasus curas. Sebelum membunuh Bilqis, Blendus pernah melakukan hal yang sama sebanyak dua kali di dua lokasi berbeda.
"Pelaku ini juga kebetulan adalah seorang residivis, di mana sudah pernah dua kali melakukan kejahatan serupa, yaitu pencurian dengan kekerasan (curas), dengan korban dua-duanya meninggal dunia. Jadi, ini Ananda Bilqis adalah korban yang ketiga," jelasnya.
Dewiana mengatakan, aksi sadis Suparman pertama kali dilakukan pada 2008 silam. Suparman membegal seorang wanita hingga meninggal.
Aksi sadis kembali dilakukan Suparman pada 2012. Ia kembali melancarkan aksi curas yang menewaskan seorang waria.
"Yang pertama korban seorang wanita meninggal dunia. Yang kedua korbannya adalah waria juga meninggal dunia. Sekitar tahun 2008 dan 2012 kalau tidak salah, nanti kami cek lagi. Kedua aksi terdahulu itu juga dilakukan di wilayah hukum Polres Sragen," ujarnya.
Dewiana mengatakan, motif pelaku yakni ingin menguasai harta korban. "Motifnya adalah pelaku ingin menguasai harta milik korban, yaitu sepeda motor Vario dan juga satu handphone," katanya.
Diberitakan sebelumnya, mayat Bilqis ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Dewi baru pulang kerja. Tetangganya saat itu segera melapor ke RT dan diteruskan ke Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.
"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," kata Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2026) malam.
Selain membunuh korban, pelaku saat itu juga diduga menggondol satu sepeda motor Honda Vario warna biru milik orang tua korban.
"Sepeda motor hilang," ucap Aris.
(aku/ahr)