Suparman alias Blendus (53) berhasil ditangkap Polres Sragen usai menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari (11) dan mengambil motor dan handphone milik korban. Pelaku ternyata membunuh korban menggunakan sabit yang dipinjam dari korban.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari mengungkapkan, peristiwa perampokan disertai pembunuhan itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Korban yang baru saja pulang sekolah saat itu sedang berada di rumah seorang diri, karena kedua orang tuanya masih bekerja.
"Korban sehari-hari tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. Namun pada saat peristiwa itu, kedua orang tuanya masih bekerja, jadi korban berada sendiri di rumah," katanya ditemui di Mapolres Sragen, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sekira 18 menit berselang, pelaku datang ke rumah korban. Untuk memuluskan aksi jahatnya, pelaku berpura-pura ingin meminjam sebuah sabit bendo milik ayah tiri korban. Tanpa rasa curiga, korban pun mengambilkan alat tersebut dan menyerahkannya kepada pelaku.
"Setelah menyerahkan alat tersebut, korban kembali ke tempat tidur yang berada di ruang keluarga. Ketika korban bersiap untuk rebahan, pelaku langsung mengayunkan sabit bendo tersebut ke arah wajah korban secara bertubi-tubi hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal dunia," ujarnya.
Usai memastikan korban tak bernyawa, pelaku langsung menggasak kunci sepeda motor Honda Vario yang tergeletak di atas meja. Motor yang biasa digunakan korban untuk bersekolah itu kemudian dibawa kabur oleh pelaku ke arah daerah Sumberlawang.
"Pelaku mengambil kunci sepeda motor Vario yang sehari-hari digunakan oleh korban untuk ke sekolah yang diletakkan oleh korban di atas meja yang ada di ruangan tersebut. Kemudian pelaku membawa sepeda motor Vario tersebut menuju ke daerah Sumberlawang," terangnya.
Saat ditanya mengenai motif di balik tindakan keji tersebut, Dewiana menegaskan bahwa pelaku murni ingin menguasai harta benda milik korban. Selain sepeda motor, pelaku juga menggasak telepon genggam milik korban.
"Motifnya karena memang pelaku ingin menguasai harta yang dimiliki korban saat itu, yaitu sepeda motor. Dan kebetulan, satu unit handphone milik korban juga disimpan di dalam jok sepeda motor tersebut," pungkas Dewiana.
Dewiana juga menegaskan bahwa alasan meminjam sabit bendo sejak awal hanyalah siasat licik pelaku untuk mendapatkan senjata dan melancarkan aksi pembunuhan tersebut.
"Alasan saja. Jadi dia menyampaikan kepada korban mau pinjam alat itu, kemudian setelah korban mengambilkan dan diserahkan kepada pelaku, setelah korban duduk di atas kasur untuk persiapan rebahan, oleh pelaku langsung diserang sampai meninggal dunia," bebernya
Suparman berhasil diamankan di kediamannya di kawasan Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, pada Selasa (9/6/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Alhamdulillah berkat doa dan support dari rekan-rekan semua termasuk doa dari seluruh masyarakat, tim dari Satreskrim Polres Sragen telah berhasil mengamankan pelaku kejahatan pencurian disertai dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia," pungkasnya.
(alg/afn)