Bilqis Rajiansyah Lestari (11), bocah asal Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, tewas dibunuh perampok bernama Suparman alias Blendus (53). Bilqis adalah korban yang ketiga. Sebelumnya, Bledus pernah membunuh seorang wanita dan seorang waria.
Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengungkapkan rekam jejak pelaku. Aksi pembunuhan pertama kali dilakukan pelaku pada medio 2003-2004. Saat itu, korban dari tindakan sadisnya adalah seorang perempuan.
"Kasusnya sama, pencurian dengan kekerasan yang korbannya semuanya meninggal dunia. Dilakukan kekerasan secara keji. Yang pertama itu seorang perempuan," kata Catur saat ditemui di Mapolres Sragen, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kasus pertamanya itu, pelaku sempat dipenjara bertahun-tahun dan baru menghirup udara bebas sekitar 2009 atau 2010.
Namun, hukuman tersebut tidak membuat Blendus jera. Blendus kembali melancarkan aksi serupa pada tahun 2012. Kali ini yang menjadi korban kekejiannya adalah seorang waria.
"Terus kemudian yang jelas yang kedua itu tahun 2012, gitu. Yang kedua itu seorang waria. Dua-duanya itu di wilayah hukum Polres Sragen atau di wilayah Kabupaten Sragen," jelasnya.
Catur membeberkan bahwa dalam setiap aksinya, pelaku selalu bergerak sendiri tanpa bantuan orang lain alias pelaku tunggal. Para korban yang disasar berada dalam lingkaran ekonomi menengah ke bawah.
"Kalau ekonomi pelaku juga memang saya lihat dia tataran masyarakat menengah ke bawah ya. Kemudian kalau kita lihat juga tataran korban juga menengah ke bawah," tuturnya.
Ditanya mengenai barang yang diambil pada tahun 2003 dan 2012, Catur belum bisa menjelaskan.
"Wah nanti datanya kami cek," ucapnya.
Usai menghabisi nyawa dua orang, aksi keji Blendus kembali terulang pada tahun 2026 dengan korban Bilqis. Usai melancarkan aksinya terhadap Bilqis, Bledus juga bersikap tanpa rasa bersalah serta melakukan aktivitas seperti biasanya.
"Setelah melakukan kejahatan itu tidak melarikan diri loh, ya tidak melarikan diri dan dia melakukan aktivitas seperti biasa. Karena ini sudah saya tanyakan kepada keluarga yang satu rumah termasuk anaknya. Artinya apa? Artinya boleh jadi tersangka ini melakukan itu seperti hal biasa. Nah ya toh, hal biasa tidak ada suatu ketakutan dia melarikan diri dan sebagainya," bebernya.
Setelah menghabisi nyawa Bilqis dan membawa kendaraan korban, Blendus mencoba menghilangkan barang bukti ke Sungai Bengawan Solo.
"Tapi yang jelas, yang jelas ada suatu intelejensi yang dimiliki oleh tersangka karena setelah dia melakukan kejahatan itu dia ada upaya untuk membuang alat bukti dan barang bukti. Ya, jadi setelah dari TKP dia langsung buang ke Bengawan yaitu berupa jaket hoodie itu warna orange sama celana warna hitam panjang dan Alhamdulillah kita sudah temukan sampai anggota apa menyuluki itu. Nyelam ya, nyelam cari bukti," jelas Catur.
"Terus kemudian yang kedua, celana pendek jenis chinos ya warna coklat yang ketika kita tunjukkan kepada anaknya pada saat sebelum ditemukan, anaknya langsung menyampaikan, 'ini celana Chinos yang saya belikan waktu di Sulawesi.' Langsung anaknya mengambil celana satunya, 'ini loh Pak, ini punya saya dan kembar cuma punya bapak warnanya coklat.' Dan Alhamdulillah juga sudah kita temukan dibuang di kebun, disembunyikan di bawah," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, mayat bocah Bilqis ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Dewi baru pulang kerja. Tetangganya saat itu segera melapor ke RT dan diteruskan ke Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.
"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," kata Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2026) malam.
(dil/alg)