Polisi mengungkap kondisi A (25) istri yang ditusuk suaminya, F (29), saat mengambil rapor di SDN Kalipancur 02, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Korban ternyata menderita 10 tusukan dan kini sudah pulang dari rumah sakit.
Hal itu disampaikan Kasatres PPA dan PPO Semarang, Kompol Ni Made Sriniti. Ia mengatakan, korban sudah pulang dari rumah sakit hari ini.
"Jadi tim saya kan sudah cek sama tim UPTD, korban itu kan dirawat di RSWN, dibantu dari UPTD untuk perawatan mulai Jumat. Infonya hari ini sudah pulang dari rumah sakit," kata Sriniti saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, korban mendapat 10 tusukan sehingga membuatnya kesulitan untuk bernafas dan harus menggunakan oksigen.
"Korban memang itu lukanya kan ada 10 tusukan. Jadi yang agak parah itu di bagian dada kiri, sempat korban ini dibantu oksigen gitu, ada selang oksigennya waktu nafas," ungkapnya.
Pihak kepolisian pun hingga kini masih terus mendampingi korban dan mengecek kondisinya secara berkala. Namun pihaknya belum sempat bertemu dokter yang merawat korban.
"Kita jadwalkan mungkin minggu depan besok mau konsul ke dokternya, terkait dengan kondisi lukanya," ucapnya.
Pihak kepolisian juga menyediakan trauma healing atau pemulihan trauma bagi korban dan puteranya yang melihat insiden mengenaskan itu di sekolah.
"(Korban) Pastinya trauma, termasuk putranya kan juga trauma. Karena kan memang putranya sempat menyaksikan juga," kata Sriniti.
"Jadi itu pun dibantu sama tim psikolog dari UPTD Kota Semarang. Cuman kita tidak meminta keterangan (anak korban) karena masih di bawah umur," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden penusukan terjadi di SDN Kalipancur 02, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Seorang suami berinisial F (29) menusuk istrinya, A (25), menggunakan obeng saat mengambil rapor anak hari Jumat (19/6) kemarin.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, menyebut penusukan terjadi sekitar pukul 08.15 WIB, saat itu banyak orang tua tengah mengambil rapor milik anak di SDN Kalipancur 2. Terduga pelaku disebut melihat korban dan langsung menusuknya menggunakan obeng.
"Itu KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pelaku suami sendiri, sedang proses cerai. Istri sudah nggak pulang 2 bulan, terus tadi ketemu waktu ambil rapor anaknya di SD 2 itu," kata Aliet saat dihubungi detikJateng, Jumat (19/6).
(alg/afn)
