Terungkapnya 4 Pembunuh Bos Bengkel di Purwokerto, Sang Istri Jadi Dalangnya

Round up

Terungkapnya 4 Pembunuh Bos Bengkel di Purwokerto, Sang Istri Jadi Dalangnya

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 01 Jul 2026 05:01 WIB
Polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan kakek pemilik bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Senin (29/6/2026).
Polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan kakek pemilik bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Senin (29/6/2026). Foto: dok. Polresta Banyumas
Solo -

Polisi mengungkap kasus pembunuhan pemilik bengkel di Purwokerto, Banyumas, Eddy Yono Subagyo (67) atau yang akrab disapa Mbah Eddy. Setelah sebelumnya menetapkan sang istri sebagai tersangka, penyidik kini menangkap tiga pria komplotannya

Eddy ditemukan meninggal di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, pada Sabtu (27/6) dini hari. Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui penyebab kematian korban mengarah pada dugaan pembunuhan berencana.

Sikap Mencurigakan Sang Istri

Kasus ini mulai terkuak setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan penyelidikan atas kematian Mbah Eddy di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum penyelidikan mengarah ke dugaan pembunuhan, istri korban, Ifaryanti alias Yanti (61), disebut sempat meminta warga agar suaminya segera dimakamkan dan tidak melibatkan polisi.

"Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang," kata Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, Minggu (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

Penyidik kemudian menemukan keterangan Yanti yang tidak konsisten, termasuk terkait hilangnya sepeda motor korban. Kecurigaan semakin menguat setelah diketahui garasi rumah korban masih dalam kondisi terkunci sehingga dugaan pencurian kendaraan dinilai sebagai rekayasa.

Istri Korban Merencanakan Pembunuhan

Hasil penyelidikan mengarah pada keterlibatan Yanti sebagai pihak yang merencanakan pembunuhan terhadap suaminya. Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri IF alias Y (61). Penetapan ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Petrus, Senin (29/6/2026).

Meski menjadi otak pembunuhan, polisi menyebut Yanti tidak melakukan eksekusi secara langsung.

"Peran pelaku adalah merencanakan dengan pelaku lain. Dari hasil pemeriksaan tersangka tidak ikut mengeksekusi suaminya," jelas Petrus.

Motif Diduga karena Ingin Menikah Lagi

Polisi juga mengungkap motif sementara di balik pembunuhan tersebut. Yanti diduga ingin menghabisi nyawa suaminya karena hendak menjalin hubungan dengan pria lain.

"Menurut hasil penyelidikan sementara, motif di balik peristiwa ini diduga berkaitan dengan keinginan tersangka untuk menjalin hubungan dan menikah dengan pihak lain, yang saat ini penanganannya masih dalam berkas terpisah," kata Petrus.

Kapolresta Banyumas menegaskan pembunuhan itu bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan turut serta menghilangkan nyawa korban secara terencana. Ini bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya," tegasnya.

Tiga Eksekutor Ditangkap

Pengembangan penyidikan akhirnya membawa polisi kepada tiga pria yang disebut menjadi komplotan Yanti dalam aksi pembunuhan Mbah Eddy.

Ketiganya berhasil ditangkap setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian polisi (DPO). Dengan penangkapan tersebut, total empat tersangka telah diamankan dalam kasus pembunuhan bos bengkel di Purwokerto.

"Kita sudah mengamankan tiga pelaku saat sedang dalam proses pemeriksaan. Di tangkap di Provinsi Banten, pria semua," Kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Ardi Kurniawan saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Meski demikian Ardi belum mengungkapkan informasi lebih lanjut terkait peran tiga pria yang ditangkap. Dia meminta menunggu keterangan resmi dari Kapolresta Banyumas.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads