Investasi di Kabupaten Batang Tembus Rp 3,8 T, Tertinggi di Jateng

Investasi di Kabupaten Batang Tembus Rp 3,8 T, Tertinggi di Jateng

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 15:35 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang Batang, Margo Santosa
Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang Batang, Margo Santosa Foto: Dok Pemkab Batang
Batang -

Kabupaten Batang mencatatkan nilai investasi tertinggi se-Jawa Tengah (Jateng) pada triwulan pertama tahun 2026. Tercatat nilai investasi di Batang mencapai Rp 3,8 triliun.

Tercatat, nilai investasi sebesar Rp 3,88 triliun tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp 3,68 triliun, disusul Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 202,6 miliar.

Kepala DPMPTSP Batang, Margo Santosa, menjelaskan, prestasi ini menempatkan Batang di posisi teratas mengungguli tetangga terdekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capaian ini menempatkan Kabupaten Batang pada posisi ke-1 di Jawa Tengah, yang diikuti Kabupaten Kendal di posisi ke-2 dengan capaian Rp3,6 triliun dan Kota Semarang di posisi ke-3 dengan capaian Rp3 triliun," kata Margo dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (5/5/2026).

ADVERTISEMENT

Tingginya angka investasi ini didorong oleh lima sektor utama. Sektor listrik, gas, dan air masih menjadi primadona dengan kontribusi sebesar Rp1,6 triliun.

Posisi berikutnya ditempati oleh industri padat teknologi dan manufaktur, yakni:

* Industri Mesin & Elektronik: Rp857,5 miliar.
* Industri Tekstil: Rp561,3 miliar.
* Industri Kimia & Farmasi: Rp221,2 miliar.
* Industri lainnya: Rp202 miliar.

"Investasi bukan sekadar angka di atas kertas. Masuknya modal besar ini berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja. Tercatat, sebanyak 2.933 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baru berhasil terserap pada periode ini," jelasnya.

Meski sektor listrik menjadi penyumbang nilai investasi terbesar, sektor industri kayu justru menjadi pahlawan dalam urusan menciptakan lapangan kerja.

"Sektor yang menyerap tenaga kerja baru pada Triwulan I adalah industri kayu, yang menyerap sebanyak 972 tenaga kerja, diikuti Industri lainnya 678 tenaga kerja, dan industri tekstil 524 tenaga kerja," pungkasnya.

Kabupaten Batang pun semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi utama di Jawa Tengah, sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata bagi warganya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads