Berkah May Day di Makam Marsinah, Pedagang Kaus Pahlawan Buruh Laris

Berkah May Day di Makam Marsinah, Pedagang Kaus Pahlawan Buruh Laris

Bakrie - detikJatim
Jumat, 01 Mei 2026 19:45 WIB
Pedagang kaus pahlawan buruh laris manis diserbu peziarah makam Marsinah di Nganjuk
Pedagang kaus pahlawan buruh laris manis diserbu peziarah makam Marsinah di Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) membawa berkah tersendiri bagi warga Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jumat (1/5/2026).

Ramainya buruh dan pengunjung yang datang berziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah, di desa setempat, ternyata bisa menjadi peluang usaha yang mendatangkan cuan.

Di area halaman makam, warga melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Nglundo membuka lapak penjualan kaus bergambar Marsinah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sekejap, ketika lapak dibuka langsung diserbu pembeli. Terutama sejak rombongan peziarah mulai berdatangan sekitar pukul 09.30 WIB.

ADVERTISEMENT

Tak sampai satu jam belasan kaus berhasil terjual. Pembelinya mayoritas para buruh yang berziarah, serta pengunjung dari luar desa.

"kaus ini harga Rp100 ribu per potong. Ada beberapa warna pilihan, ada putih dan hitam dan juga sablon warna-warni," ujar Kuni Musyayadah, Pengurus Pokdarwis Desa Nglundo.

Kuni mengatakan, kaus-kaus tersebut diproduksi secara mandiri oleh warga.

"Ini kami produksi dan sablon sendiri bersama teman-teman Pokdarwis, dibantu pemuda Karang Taruna Nglundo. Alhamdulillah, responnya bagus, banyak yang membeli," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Nglundo, Yoga Satria. Ia menyebut momentum May Day menjadi peluang ekonomi yang tidak disia-siakan warga.

"Adanya kegiatan ziarah ini benar-benar membawa dampak bagi warga. kaus yang kami jual langsung diminati, apalagi pengunjungnya cukup banyak," kata Yoga.

Sementara Kepala Desa Nglundo, Mohammad Ansori mengatakan memang ada dampak positif penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bagi desanya.

Selain membuka lapak kaus dan merchandise dalam momen May Daya hari ini, pihaknya juga sedang menyiapkan konsep desa wisata edukasi berbasis sejarah perjuangan Marsinah.

"Pengembangan desa wisata ini akan melibatkan masyarakat secara langsung. Harapan kami, setelah Museum Marsinah diresmikan, desa kami akan semakin banyak menerima kunjungan wisata edukasi dan sejarah," ujar Ansori.

Selain di area makam, lanjut Ansori, di area Monumen Marsinah dan Museum-Rumah Singgah Marsinah juga menjadi titik lokasi potensial pengembangan desa wisata.

Salah satunya, rencananya untuk mengembangkan kawasan monumen di tepi Jalan Raya Surabaya-Solo menjadi rest area yang dilengkapi stan produk unggulan warga.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Nganjuk agar rencana itu bisa terwujud dan warga desa benar-benar bisa terlibat di dalamnya," pungkas Ansori.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads