Polisi Ungkap Gangguan Kejiwaan Pemuda Lompat dari Lantai 20 Hotel Surabaya

Polisi Ungkap Gangguan Kejiwaan Pemuda Lompat dari Lantai 20 Hotel Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 03 Mei 2026 22:30 WIB
Pemuda diduga bunuh diri di Surabaya
Pemuda diduga bunuh diri di Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya -

RO (21), pemuda asal Madiun yang melompat dari lantai 20 hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, diduga didiagnosis gangguan kejiwaan. Keterangan itu disampaikan pihak keluarga korban.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya mengatakan, keluarga mengungkap korban pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

"Update dari keluarga, sesuai hasil diagnosis RS Jiwa Bangli, Bali, bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan Bipolar Affective Disorder," ujar Vian saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vian menjelaskan, korban sempat dirawat di RS Jiwa Bangli selama satu bulan pada Oktober 2025. Setelah itu, pada November 2025, korban dibawa ke pondok pesantren di wilayah Ponorogo.

"Tetapi pada bulan ketiga (dipondokkan), korban kabur dan tidak diketahui keberadaanya. Keluarga mendapatkan informasi bahwa korban bekerja di Surabaya, tetapi pihak keluarga tidak mengetahui jelas dimana lokasi bekerja dan dimana lokasi tempat tinggal, karena pihak keluarga sudah tidak pernah berkomunikasi dengan korban," bebernya.

ADVERTISEMENT

Menurut Vian, kondisi psikologis korban diduga menjadi pemicu aksi tersebut.

"Bahwa sesuai keterangan pihak keluarga, penyebab bunuh diri, diduga korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi," tegasnya.

Sementara itu, jenazah korban telah menjalani visum di RS Bhayangkara dan kini dalam proses dibawa ke rumah duka.

"Bahwa saat ini korban telah dilakukan visum dan dalam proses di bawa ke rumah duka," kata Vian.

Diketahui, RO ditemukan tewas usai diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 20 hotel pada Sabtu (2/5) malam.

Sebelum kejadian, korban sempat berada di kafe yang terletak di lantai 20 hotel tersebut. Ia datang sekitar pukul 21.43 WIB dan memesan makanan beberapa menit kemudian.

"Pada hari Sabtu, 02 Mei 2026 pukul 22.00 WIB saksi (waitress) menerangkan bahwa pukul 21.43 WIB korban datang ke lantai 20 (tempat cafe) dan pukul 21.48 WIB korban pesan makanan fruit garden salad," beber Vian.

Setelah memesan, korban duduk di area teras kafe. Makanan yang diantar kemudian sempat dikonsumsi korban.

"Lalu saksi melihat korban duduk di teras cafe lantai 20, kemudian 5 menit saksi mengantarkan makanan di teras cafe, lalu saksi juga melihat korban sedang makan," tutur Vian.

Tak lama kemudian, petugas keamanan mendengar suara benda jatuh dari arah atas. Saat dicek, korban sudah ditemukan tergeletak di area parkir lobi hotel.

"Selanjutnya saksi 2 (satpam hotel) sewaktu di pos satpam pintu keluar mendengar bahwa ada suara barang terjatuh. Lalu saksi mencari dan melihat ada korban sudah tergeletak di parkir lobi hotel," lanjut Vian.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads