5 Fakta Situs Adan-Adan Kediri: Miliki Corak Buddha Seperti Borobudur

5 Fakta Situs Adan-Adan Kediri: Miliki Corak Buddha Seperti Borobudur

Mira Rachmalia - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 13:00 WIB
Situs Adan-Adan di Kediri yang diduga lebih besar dari ukuran candi Borobudi.
Situs Adan-Adan di Kediri yang diduga lebih besar dari ukuran candi Borobudi (Foto: Istimewa)
Kediri -

Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mendadak menjadi sorotan setelah viral di media sosial karena disebut-sebut memiliki kompleks lebih besar dari Candi Borobudur. Meski kabar tersebut telah diluruskan, situs purbakala ini tetap menyimpan sejumlah keistimewaan yang membuat para arkeolog memberi perhatian khusus.

Mulai dari corak Buddhis yang langka di Jawa Timur hingga dugaan menjadi pusat peradaban kuno besar di Kediri. Berikut sederet fakta Situs Adan-Adan.

5 Fakta Situs Adan-Adan

1. Memiliki Corak Buddha yang Langka di Jawa Timur

Salah satu keistimewaan Situs Adan-Adan adalah latar belakang keagamaannya. Di tengah dominasi peninggalan bercorak Hindu di Jawa Timur, situs ini justru memiliki ciri Buddhis yang kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ciri Buddhisnya jelas. Dan di Jawa Timur, candi berlatar agama Buddha itu sangat jarang. Ini yang membuatnya istimewa," ujar Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priatno, Sabtu (9/5/2026).

Keberadaan peninggalan Buddha di Kediri dinilai penting karena dapat membuka informasi baru tentang perkembangan peradaban dan agama di Jawa Timur pada masa lampau.

ADVERTISEMENT

2. Gaya Arsitektur Berbeda dari Borobudur

Jika Candi Borobudur terkenal dengan relief cerita yang memenuhi dinding bangunan, Situs Adan-Adan justru memiliki karakter dekoratif yang lebih menonjol.

"Kalau Borobudur penuh relief cerita, sedangkan di sini lebih dekoratif. Secara visual, ini memberikan karakter bangunan yang berbeda dan punya nilai seni tersendiri," jelas Eko.

Karakter artistik itu disebut menjadi identitas khas Situs Adan-Adan yang membedakannya dari situs Buddha lainnya di Indonesia.

3. Bangunan Utama Tidak Besar, tapi Kompleksnya Diduga Luas

Isu yang menyebut Situs Adan-Adan lebih besar dari Borobudur muncul karena luas kawasan kompleksnya. Menurut Eko, bangunan utama situs diperkirakan hanya berukuran sekitar 7x7 meter hingga 8x8 meter.

Namun, kompleks pendukungnya diduga membentang luas dari Dusun Candi hingga wilayah Wonorejo.

"Bangunan utamanya mungkin tidak sebesar Borobudur, tapi kompleks pendukungnya diduga cukup luas dan terdiri dari banyak ruang," pungkasnya.

4. Diduga Terhubung dengan Situs Tondowongso

Keistimewaan lain Situs Adan-Adan adalah dugaan keterkaitannya dengan Situs Tondowongso yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Jika penelitian membuktikan keduanya saling terhubung, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu pusat peradaban kuno terbesar di Kediri.

Temuan itu masih terus dikaji oleh para peneliti dan arkeolog untuk memastikan hubungan antara kedua situs purbakala tersebut.

5. Pemilik Lahan Dilibatkan Jadi Juru Pelihara Situs

Karena sebagian besar area situs berada di atas tanah milik warga, Pemkab Kediri mengambil langkah khusus dalam menjaga kelestarian kawasan tersebut. Salah satunya dengan melibatkan keluarga pemilik lahan menjadi juru pelihara situs.

"Kami mengambil salah satu keluarga pemilik tanah menjadi juru pelihara. Tugasnya menjaga keamanan, kebersihan, dan merawat situs, honornya dari kami," ungkap Eko.

Pemkab Kediri juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan eksplorasi dan penelitian terhadap Situs Adan-Adan meski sempat terkendala perubahan lembaga penelitian dan keterbatasan anggaran.

"Yang pasti menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melakukan eksplorasi terhadap potensi objek cagar budaya untuk membuka informasi masa lalu," tutupnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads