Nganjuk Panen Raya Kedelai, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional

Nganjuk Panen Raya Kedelai, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional

Bakrie - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 13:35 WIB
Panen raya kedelai di Nganjuk
Panen raya kedelai di Nganjuk/Foto: Bakrie/detikJatim
Nganjuk -

Kabupaten Nganjuk sukses melaksanakan panen raya kedelai perdana pada Kamis (14/5/2026). Panen di sawah Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan itu dihadiri sederet pejabat negara, mulai Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariadi atau Titik Soeharto, hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kegiatan ini menjadi bagian penguatan program ketahanan pangan nasional, sekaligus upaya percepatan swasembada kedelai. Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 100 hektare. Sementara total areal tanam kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 hektare.

Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, TNI, hingga pemerintah daerah. Hadir pula Andi Amran Sulaiman, Agus Subiyanto, Muhammad Ali, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto mengapresiasi keterlibatan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut, dalam mendampingi petani.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, produktivitas panen di Wilangan cukup tinggi. Jika rata-rata nasional hanya sekitar 1,7 ton per hektare, hasil di wilayah tersebut mampu menembus di atas 2 ton per hektare.

"Ini bagus sekali. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa diteruskan. Kita bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya masih impor. Kebutuhan nasional 2,6 juta ton per tahun, sementara produksi baru sekitar 270 ribu ton. Artinya, 90 persen masih impor," ujar Titiek.

Putri Presiden ke-2 RI itu menekankan, kolaborasi antara kementerian, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat harus diperkuat agar target swasembada kedelai bisa segera tercapai.

Menurutnya, program seperti di Nganjuk bisa menjadi model percepatan peningkatan produksi nasional.

Dalam momentum yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah kini telah mencapai swasembada beras dan jagung. Sektor kedelai menjadi fokus berikutnya.

Untuk mendukung itu, Kementerian Pertanian langsung menggelontorkan bantuan benih kedelai untuk pengembangan 2.000 hektare lahan di Nganjuk.

Selain benih, pemerintah juga menyalurkan lima unit hand tractor untuk mendukung mekanisasi pertanian. Bantuan tersebut disambut antusias ratusan petani yang hadir dalam panen raya.

"Insyaallah dengan bantuan TNI, khususnya TNI AL, swasembada kedelai akan terwujud. Saya langsung tanda tangan bantuan benih kedelai untuk 2.000 hektare di Nganjuk, juga lima unit alsintan," kata Amran.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyebut, kehadiran TNI menjadi penghubung penting antara pemerintah daerah dan kementerian. Menurut dia, selama ini terdapat kendala koordinasi sehingga dukungan program pusat belum maksimal masuk ke daerah.

"Kami berterima kasih kepada Panglima TNI dan TNI AL. Kehadiran TNI menjadi jembatan dengan Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu mendongkrak produksi kedelai di Nganjuk," ujarnya.

Selain panen raya, kegiatan juga dirangkai bakti kesehatan untuk masyarakat. Sebanyak 200 warga mendapat layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemerintah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 10 perwakilan kelompok tani.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads