Ribuan mahasiswa berbagai kampus mulai meninggalkan Gedung Negara Grahadi, Surabaya sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membubarkan diri setelah menyerukan sejumlah tuntutan.
Namun begitu, sejumlah massa tak dikenal berbaju hitam masih bertahan di lokasi demonstrasi hingga sore ini. Jumlahnya juga terus bertambah karena mereka terus berdatangan.
Tak hanya itu, beberapa orang juga terlihat bermain sepak bola di ruas Jalan Gubernur Suryo yang masih ditutup. Hingga pukul 16.30 WIB, arus lalu lintas di depan Gedung Negara Grahadi belum dibuka dan aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJatim, Rabu (17/6/2026), ribuan mahasiswa meninggalkan kawasan Grahadi secara bertahap usai menyampaikan orasi dan tuntutan. Meski begitu, aksi di depan Grahadi belum sepenuhnya berakhir.
Sebelum membubarkan diri, mereka sempat membakar tumpukan sampah dan poster aksi, termasuk poster foto Presiden Prabowo Subianto di tengah jalan. Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden BEM Unair M Rizqi Senja sempat memimpin mahasiswa Unair untuk menyampaikan pernyataan sikap.
"Mahasiswa Universitas Airlangga menyuarakan keresahan yang teramat dalam atas carut-marut kondisi bangsa hari ini. Kita sedang menyaksikan sejarah nyata merosotnya nilai-nilai demokrasi, pelemahan supremasi sipil, kejahatan korupsi yang makin merajalela, serta kebrutalan aparat negara," ujar Rizqi, Rabu (17/6/2026).
Ia juga menyebut bahwa mahasiswa Unair mengecam para penguasa yang tidak berpihak pada rakyat. "Lebih dari itu, kami mengecam keras lahirnya kebijakan-kebijakan penguasa yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat," tuturnya.
"Kami menuntut pemerintah untuk menghentikan program makan bergizi gratis serta kebijakan populis lainnya. Kami bersiap berdiri di garda terdepan sebagai kontrol sosial demi menyelamatkan ruang demokrasi dan memastikan arah bangsa ini tidak melenceng dari marwah reformasi. Surabaya, 17 Juni 2026. Aliansi Mahasiswa Universitas Airlangga," pungkasnya.
(auh/abq)
