Viral di media sosial Threads unggahan akun yang menyebut gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu pun memicu beragam komentar hingga kekhawatiran warganet.
Unggahan itu dibagikan akun Threads dengan nama pengguna hsuliz2021. Dalam unggahannya, ia meminta warga di beberapa daerah, seperti Bojonegoro, Pandeglang, Padang Pariaman, dan Simeulue Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," tulis akun tersebut saat dilihat detikJatim, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut, tekanan lempeng bumi telah mencapai angka tertentu
"Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.
Unggahan itu kemudian dibanjiri komentar warganet. Ada sekitar 164 komentar dan lebih dari seribu like. Salah satu pengguna bertanya, "Sampai Jatim, Bojonegoro Pak?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, akun itu menjawab, "Sesar Kendeng."
Dalam profilnya, akun threads hsuliz2021 itu menulis bio, "Travelling (18 country), utility energy master/senior engineer (level 3 from Nissan Motor Co Japan), enthusiast earth quake and tsunami."
Unggahan tersebut menjadi perbincangan di media sosial karena diduga mengaitkan gempa di Palu dengan potensi gempa di Bojonegoro melalui keberadaan Sesar Kendeng.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Geologi ITS sekaligus peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo menjelaskan, posisi Palu sangat jauh dari Pulau Jawa.
"(Palu) posisinya itu jauh sekali kan, di atas Jawa itu kan Kalimantan, terus Sulawesi sana ya. Nah, Sulawesi itu baru di atas Madura lah kiranya begitu. Nah, terus pergeseran sesarnya, pergeseran patahannya itu ke arah barat laut, jadi ke arah atas begitu, jadi miring terhadap Jawa itu miring. Jadi, enggak lurus langsung," jelas Amien saat dihubungi detikJatim, Jumat (19/6/2026).
(irb/hil)
