Kata Pakar ITS soal Viral Gempa Palu Disebut Berdampak ke Bojonegoro

Kata Pakar ITS soal Viral Gempa Palu Disebut Berdampak ke Bojonegoro

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 10:25 WIB
Unggahan viral soal gempa di Palu berdampak ke Bojonegoro
Unggahan viral soal gempa di Palu berdampak ke Bojonegoro/Foto: Tangkapan layar
Bojonegoro -

Viral di media sosial Threads unggahan yang menyebut gempa magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Unggahan itu pun memicu kekhawatiran warganet.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Geologi ITS sekaligus peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo menjelaskan, posisi Palu sangat jauh dari Pulau Jawa.

Selain itu, arah pergerakan sesar di wilayah tersebut tidak berada dalam satu garis lurus dengan Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Palu) posisinya itu jauh sekali kan, di atas Jawa itu kan Kalimantan, terus Sulawesi sana ya. Nah, Sulawesi itu baru di atas Madura lah kiranya begitu. Nah, terus pergeseran sesarnya, pergeseran patahannya itu ke arah barat laut, jadi ke arah atas begitu, jadi miring terhadap Jawa itu miring. Jadi, enggak lurus langsung," jelas Amien saat dihubungi detikJatim, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Amien juga meragukan klaim dalam unggahan tersebut yang menyebut tekanan lempeng bumi telah mencapai 1.200 bar dan berpotensi memicu gempa berkekuatan M 6 hingga M 8.

"Saya enggak tahu dia bisa bilang tekanannya sekian-sekian tadi itu dari mana. Tapi saya tadi mencari, melacak ini orang ini siapa sih, enggak jelas tadi (backgroundnya)," ujarnya.

Menurut Amien, lokasi gempa Palu berada di kawasan Sesar Palu-Koro dan pergerakannya menuju arah barat laut, sehingga menjauh dari Jawa.

"Jadi, dia ada di tengah Palu, ada di daerah sesar Palu-Koro, di sebelah utaranya lagi malah gitu. Nah, itu bergeraknya itu menuju ke arah barat laut. Jadi, kalau utara barat itu namanya barat laut, kan menjauh dari Jawa tadi," jelasnya.

Ia menambahkan, jika berbicara mengenai sesar di Jawa, termasuk Sesar Kendeng, faktor yang berpengaruh kemungkinan berasal dari zona megathrust di selatan Jawa.

"Kalau di Jawa itu memang ada sesar-sesar juga tadi, Sesar Kendeng misalnya tadi. Nah, Sesar Kendeng itu kemungkinan yang mempengaruhi adalah megathrust yang ada di Selatan Jawa kemungkinan. Karena dia didorong dari Selatan begitu. Kalau dari utara kan jarang. Dari utara itu yang terakhir kan yang sesar itu Bawean," imbuhnya.

Adapun getaran gempa Bawean beberapa waktu lalu yang sempat dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, menurut Amien, dipengaruhi oleh kondisi tanah di masing-masing daerah.

"Nah, itu kenapa di Jawa banyak getar tadi karena tanahnya tanah endapan. Jadi misalnya di daerah Tuban itu malah sedikit getarannya karena dia banyak batuannya. Tapi kalau di Surabaya kan banyak endapan, tebal lagi," terangnya.

"Bojonegoro itu enggak tebal tanahnya. Jadi ya yang tebal itu di Surabaya, maka terasa di Surabaya. Kira-kira begitu, tanahnya. Jadi, getaran itu bisa sampai memang karena besar dari sana, tapi bisa karena tanahnya sendiri," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial Threads unggahan akun yang menyebut gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu pun memicu beragam komentar hingga kekhawatiran warganet.

Unggahan itu dibagikan akun Threads dengan nama pengguna hsuliz2021. Dalam unggahannya, ia meminta warga di beberapa daerah, seperti Bojonegoro, Pandeglang, Padang Pariaman, dan Simeulue Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," tulis akun tersebut saat dilihat detikJatim, Jumat (19/6/2026).

Ia juga menyebut tekanan lempeng bumi telah mencapai angka tertentu

"Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads