Jejak Gempa di Bojonegoro, Pakar ITS Beber Fakta Sebenarnya

Jejak Gempa di Bojonegoro, Pakar ITS Beber Fakta Sebenarnya

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 11:11 WIB
Pakar Geologi ITS, Prof Dr Ir Amien Widodo MSi
Pakar Geologi ITS, Prof Dr Ir Amien Widodo MSi/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Bojonegoro -

Viral unggahan di media sosial yang menyebut dampak gempa magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa sesar darat di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Unggahan ini pun menimbulkan perbincangan dan kekhawatiran warganet

Berbicara mengenai keberadaan sesar dan jejak gempa di kawasan Bojonegoro, Pakar Geologi ITS sekaligus peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo, membeberkan fakta sebenarnya.

Ia menyebut, tidak ada sesar yang berada tepat di wilayah Bojonegoro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Bojonegoro enggak ada (sesar) malah," kata Amien saat dihubungi detikJatim, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Bojonegoro masih bisa merasakan dampak getaran dari aktivitas sesar di wilayah sekitarnya. Salah satunya adalah Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS) yang berada di sebelah utara Bojonegoro.

"Cuma yang agak di sebelah utaranya tadi, ada namanya sesar Rembang, Madura, Kangean ada namanya RMKS. Nah, itu memang melewati sebagian di Madura. Madura itu dilewati sesar tadi dua, kiri dan kanan. Nah, itu melewati memang di Tuban. Kalau Bojonegoro bisa terpengaruh begitu lah," jelasnya.

Pengaruh yang mungkin dirasakan kawasan Bojonegoro berupa getaran apabila terjadi aktivitas gempa di sekitar sesar tersebut. Namun, catatan kegempaan di wilayah Bojonegoro tergolong minim.

Ia mengungkapkan, pernah terjadi gempa berkekuatan sekitar M 4 di sekitar perbatasan Bojonegoro dan Tuban beberapa waktu lalu. Namun, kejadian itu sudah cukup lama.

"Memang dulu ada gempa kecil sekali di Bojonegoro. Sebenarnya tepatnya ya di depan, di sekitar Tuban juga sih. Antara perbatasan dengan Tuban sekitar M 4 atau berapa, sudah lama tapi," ungkapnya.

Amien menambahkan, gempa darat di kawasan Bojonegoro termasuk jarang terjadi.

"Jarang. Termasuk jarang di situ (catatan terjadi gempa). Nah, kalau memang terus terjadi sering di tempat yang sama itu baru dipikir. Berarti kan di situ bergeser gitu. Sampai saat ini catatan belum ada," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial Threads unggahan akun yang menyebut gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu pun memicu beragam komentar hingga kekhawatiran warganet.
Unggahan itu dibagikan akun Threads dengan nama pengguna hsuliz2021. Dalam unggahannya, ia meminta warga di beberapa daerah, seperti Bojonegoro, Pandeglang, Padang Pariaman, dan Simeulue Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," tulis akun tersebut saat dilihat detikJatim, Jumat (19/6/2026).

Ia juga menyebut tekanan lempeng bumi telah mencapai angka tertentu

"Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads