Langkah BPBD Jatim Soal Potensi Gempa Darat M 7 Dipicu Sesar Kendeng

Langkah BPBD Jatim Soal Potensi Gempa Darat M 7 Dipicu Sesar Kendeng

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 19:45 WIB
Ilustrasi jalur sesar darat di Jawa Timur.
Ilustrasi jalur sesar darat di Jawa Timur. (Foto: Gemini AI)
Surabaya -

Sesar Kendeng di Bojonegoro ramai diperbincangkan di threads akun @hsuliz2021. Sesar Kendeng berpotensi menimbulkan gempa di daratan mencapai Magnitudo 7.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat saat terjadi gempa bumi.

"BPBD Jawa Timur terus meningkatkan kapasitas ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui sosialisasi, edukasi, simulasi evakuasi," kata Kiki saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Kiki menyebut BPBD Jatim saat ini terus mengembangkan Taman Pendidikan Bencana. Di mana terdapat fasilitas ruang simulator gempa.

"Kami juga memanfaatkan mobil edukasi penanggulangan bencana (MOSIPENA), pemasangan dan sosialisasi jalur evakuasi atau rambu-rambu kebencanaan serta pelaksanaan program desa/kelurahan tangguh bencana (Destana), dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB)," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berbagai upaya itu, kata Kiki, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat apabila terjadi gempa bumi. BPBD Jatim akan terus menggelar sosialisasi ke masyarakat.

"Upaya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman bencana gempa bumi sehingga mampu melakukan tindakan penyelamatan diri secara cepat, tepat, dan mandiri guna mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial Threads unggahan akun yang menyebut gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di Palu dapat memicu gempa di sejumlah daerah, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu pun memicu beragam komentar hingga kekhawatiran warganet.

Unggahan itu dibagikan akun Threads dengan nama pengguna hsuliz2021. Dalam unggahannya, ia meminta warga di beberapa daerah, seperti Bojonegoro, Pandeglang, Padang Pariaman, dan Simeulue Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," tulis akun tersebut saat dilihat detikJatim, Jumat (19/6/2026).

Ia juga menyebut tekanan lempeng bumi telah mencapai angka tertentu "Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.

Pakar Geologi ITS sekaligus peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo, menjelaskan bahwa posisi Palu sangat jauh dari Pulau Jawa. Selain itu, arah pergerakan sesar di wilayah tersebut tidak berada dalam satu garis lurus dengan Jawa.

"(Palu) posisinya itu jauh sekali kan, di atas Jawa itu kan Kalimantan, terus Sulawesi sana ya. Nah, Sulawesi itu baru di atas Madura lah kiranya begitu. Nah, terus pergeseran sesarnya, pergeseran patahannya itu ke arah barat laut, jadi ke arah atas begitu, jadi miring terhadap Jawa itu miring. Jadi, enggak lurus langsung," jelas Amien saat dihubungi detikJatim, Jumat (19/6/2026).

Menurut Amien, lokasi gempa Palu berada di kawasan Sesar Palu-Koro dan pergerakannya menuju arah barat laut, sehingga menjauh dari Jawa.

"Jadi, dia ada di tengah Palu, ada di daerah sesar Palu-Koro, di sebelah utaranya lagi malah gitu. Nah, itu bergeraknya itu menuju ke arah barat laut. Jadi, kalau utara barat itu namanya barat laut, kan menjauh dari Jawa tadi," jelasnya.

Ia menambahkan, jika berbicara mengenai sesar di Jawa, termasuk Sesar Kendeng, faktor yang berpengaruh kemungkinan berasal dari zona megathrust di selatan Jawa.

"Kalau di Jawa itu memang ada sesar-sesar juga tadi, Sesar Kendeng misalnya tadi. Nah, Sesar Kendeng itu kemungkinan yang mempengaruhi adalah megathrust yang ada di Selatan Jawa kemungkinan. Karena dia didorong dari Selatan begitu. Kalau dari utara kan jarang. Dari utara itu yang terakhir kan yang sesar itu Bawean," imbuhnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads