Sidang Pleno III menjadi akhir kegiatan rangkaian Munas-Konbes di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Meski pada sidang sempat terjadi ketegangan akibat perbedaan pandangan peserta, seluruh rangkaian forum akhirnya dapat diselesaikan secara musyawarah.
Menurut Gus Yahya, dinamika yang muncul dalam forum merupakan hal wajar dalam proses pengambilan keputusan organisasi yang melibatkan berbagai pandangan. Setelah dilakukan penjelasan dan dialog, seluruh peserta dapat menerima hasil pembahasan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semua masih berada di bawah naungan, pengayoman, barokah dan hikmah para masyayikh. Karena itu pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso ini berjalan dengan luar biasa baik dan lancar. Hal-hal yang sebelumnya dikhawatirkan sama sekali tidak terjadi. Kami bersyukur karena barokah dan kekuatan rohani yang ada di tempat berkah ini menaungi kami semua," kata Gus Yahya, Minggu (22/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah agenda strategis berhasil disepakati dalam forum tersebut. Di antaranya rancangan Peraturan Perkumpulan tentang Tata Kelola Tambang dan Peraturan Perkumpulan mengenai pengelolaan platform digital NU.
Selain itu, pembahasan mengenai AD/ART, sinkronisasi program organisasi, hingga roadmap 25 tahun Nahdlatul Ulama juga telah dirumuskan untuk dibawa ke forum Muktamar.
Terkait Muktamar NU mendatang, Gus Yahya menyebut peserta telah menyepakati pelaksanaannya pada Agustus 2026. Sementara lokasi penyelenggaraan masih mengerucut pada beberapa wilayah yang akan diproses lebih lanjut oleh PBNU.
Di hari terakhir sidang pleno, suasana forum sempat menghangat ketika peserta membahas sejumlah keputusan strategis. Namun situasi tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga sidang tetap berjalan kondusif hingga penutupan.
(auh/abq)
