Sebanyak 31 titik di Kota Surabaya terendam banjir setelah diguyur hujan selama 2 hari selama musim kemarau. Wali Kota Eri Cahyadi pun meminta maaf kepada warga atas banjir tersebut. Ia lantas mengajak warga untuk berdoa karena merupakan ketetapan Allah swt.
"Tadi katanya BMKG ono siklus ini (kemarau basah), ono, wis iku (ketetapan) Gusti Allah lah, alam lah," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (23/6/2026).
Eri juga mengajak warga Surabaya untuk berdoa bersama. Khususnya untuk dini hari nanti agar tidak diguyur hujan lagi seperti dua hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya mohon doanya, karena bagaimanapun hujan ini yo ojo sampai mudun lagi nanti malam, moga-moga. Karena turunnya mulai jam 02.00 bengi, tadi saya malam tuh 02.30 udah keliling sama teman-teman sampai jam 06.30," ucapnya.
Eri juga mengakui banjir yang terjadi karena faktor proyek gorong-gorong. Meski demikian, pihaknya tidak akan menghentikan proyek karena merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir saat musim hujan.
"Agar pekerjaannya tidak terhambat, sehingga nanti di musim hujan betul-betul bisa kita bisa menjaga Surabaya dari banjir tadi," ujarnya.
Menurut Eri, proyek gorong-gorong yang di jalan pada musim kemarau memang untuk menghindari banjir, namun ternyata hujan deras pun ternyata masih turun dan mengakibatkan banjir.
"Karena proyek ini kami kerjakan, lha kok wayah udane mudun di luar prediksi kita, karena ini musim kemarau," katanya.
"Lha iki kan yo bingung, musim kemarau tapi kerjo udane jam 02.00 sampai 06.30 isuk, gak mandek. Lah ini ada apa? Makanya alam," pungkasnya.
(auh/abq)
