Di lereng Gunung Wilis Nganjuk, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, terdapat belasan anak yang menjalani kehidupan, dengan ciri khas tersendiri. Anak-anak itu dinamai Gombak Kuncung.
Ciri khas anak-anak Gombak Kuncung adalah memiliki kuncir rambut yang panjang. Tidak boleh dipotong sembarangan, dan harus melalui ritual dan syarat-syarat khusus. Anak-anak Gombak Kuncung, sudah terlihat sejak ia lahir.
"Gombak itu untuk anak laki-laki. Dan Kuncung untuk anak perempuan," kata Ketua Adat Desa Ngliman, Mbah Tulus, ketika ditemui detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mbah Tulus, di Desa Ngliman ada belasan anak yang berstatus Gombak Kuncung. Meski memiliki ciri mencolok, mereka tetap menjalani aktivitas sehari-hari layaknya anak-anak, mulai sekolah, mengaji hingga bermain.
"Ada 18 anak Gombak Kuncung di Desa Ngliman sini," sambung Mbah Tulus.
Dari 18 anak Gombak Kuncung, dua di antaranya adalah anak kembar bernama Aska dan Asmi. Dua anak laki-laki berumur 7 tahun itu merupakan buah hati pasangan Lunari (48) dan Sunarti (45).
Sunarti mengatakan bahwa sejak lahir, kedua anaknya sudah menunjukkan sebagai Gombak. Itu dilihat dari lebatnya rambut pada bagian ubun-ubun kepala. Dari tanda itu, rambut di bagian ubun-ubun akhirnya dibiarkan memanjang.
"Saya tali setiap hari bagian rambut panjangnya, biar tidak nyantol," ungkap Sunarti.
Menurut Sunarti, dua anak kembarnya itu turun dari suaminya, yang dulunya juga menyandang status Gombak. Katanya, kuncir rambut anaknya belum sekali pun dipotong sejak kecil, hingga saat ini berumur 7 tahun.
"Karena harus ada ritual khusus. Syarat-syaratnya juga banyak. Jadi harus nunggu punya uang dulu, baru bisa," tuturnya.
Sunarti mengaku justru bangga, anaknya berstatus Gombak. Karena menurutnya, anak-anak Gombak Kuncung merupakan pilihan dari leluhur. Karena tidak semua anak di Desa Ngliman terpilih.
(auh/dpe)
