Menyikapi maraknya peredaran video asusila yang melibatkan pelajar di media sosial, Polres Pamekasan mengintensifkan program "Polisi Masuk Sekolah". Ini sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja.
Program ini digelar serentak pada Senin (20/4/2026) di seluruh wilayah hukum Polres Pamekasan dengan menerjunkan para kapolsek dan bhabinkamtibmas ke berbagai sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/sederajat.
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memberikan edukasi kepada para siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya preventif sekaligus edukatif untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, khususnya di dunia digital.
"Fenomena penyebaran konten asusila di kalangan pelajar menjadi perhatian serius. Melalui program ini, kami ingin mengajak siswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan di ruang digital," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dalam amanat yang disampaikan di berbagai sekolah, polisi menekankan sejumlah poin penting, di antaranya pentingnya menghentikan perundungan (bullying), disiplin berlalu lintas, serta menjauhi narkoba dan pergaulan bebas.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk tidak sembarangan membuat maupun menyebarkan konten yang melanggar norma dan hukum, termasuk yang berpotensi melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Kegiatan ini dilaksanakan di 13 wilayah polsek jajaran Polres Pamekasan dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala sekolah dan para guru mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai mampu memberikan pemahaman langsung kepada siswa terkait bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan media sosial.
Sebelumnya, Pamekasan dihebohkan dengan munculnya video asusila pelajar, bahkan adegan tidak terpuji tersebut terjadi dua kali yang melibatkan siswa SMP.
Untuk mencegah hal serupa terulang, diperlukan peran semua pihak dalam memperkuat pendidikan anak, terutama dalam mengimbangi perkembangan teknologi berbasis akhlak.
Polres Pamekasan berharap, melalui sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan, dapat tercipta lingkungan sekolah yang aman, serta lahir generasi muda yang berprestasi, berakhlak, dan taat hukum.
(irb/hil)