Dugaan Motif Inge Marita Ngamuk di Salon Malang demi Kabur Tak Bayar

Dugaan Motif Inge Marita Ngamuk di Salon Malang demi Kabur Tak Bayar

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 24 Apr 2026 13:30 WIB
Armi owner Viota Beauty Bar jadi korban arogansi Inge
Armi owner Viota Beauty Bar jadi korban arogansi Inge/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Tabir di balik aksi arogan Inge Marita (28) kian terkuak. Selain viral karena memaki pengendara motor dan menoyor bocah SD di Mojokerto, ibu muda ini ternyata sempat marah-marah di salon kecantikan Viota Beauty Bar Kota Malang.

Namun, sang pemilik Viota Beauty Bar mengendus adanya motif yang lebih dalam dari sekadar emosi sesaat, yakni dugaan kesengajaan untuk tidak membayar jasa layanan hingga indikasi upaya pemerasan.

Kejadian bermula saat Inge melakukan perawatan di salon tersebut, namun setelahnya justru memicu keributan dengan memaki staf kasir tanpa alasan yang jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Armi, sang pemilik Viota Beauty Bar, keributan yang diciptakan Inge terasa sangat tidak wajar karena terus diulang-ulang, meski staf telah berusaha melayani dengan baik.

ADVERTISEMENT

Armi menduga, kemarahan yang meluap-luap itu hanyalah siasat agar Inge bisa keluar dari salon tanpa memenuhi kewajibannya atau membayar biaya perawatan putrinya seharga Rp 175 ribu.

"Tidak bayar, sama sekali sampai sekarang. Ya sudah kita tidak apa-apa. Dia langsung keluar memang tidak mau bayar, niatnya kan memang tidak mau bayar dari awal," ungkap Armi kepada detikJatim, Jumat (24/4/2026).

Lebih jauh lagi, Armi mencurigai bahwa aksi Inge yang mengancam akan memviralkan salon dengan tuduhan penipuan merupakan bagian dari upaya intimidasi.

Dengan menciptakan kegaduhan di depan banyak pelanggan lain, Inge diduga berharap pihak salon merasa malu dan takut sehingga justru memberikan uang kompensasi kepadanya agar masalah tersebut mereda.

"Kita tidak tahu ya, tapi mungkin kayak ada unsur memeras, memanfaatkan momen. Soalnya kan kondisi salon sedang ramai, mungkin dia pikir supaya kita takut dan malu karena dikomplain di depan orang banyak," ujar Armi menduga.

"Jadi akhirnya keinginannya mungkin seperti itu, karena dia sempat bilang kalau maaf saja tidak cukup. Berarti kan ada maksud lain sebenarnya," tambah Armi.

Siasat ini terlihat dari pola perilaku Inge yang terus menekan pihak salon dengan ancaman laporan polisi dan tuduhan palsu.

Namun, alih-alih melayani ancaman tersebut, Armi memilih untuk tetap tenang meski saat ia tiba di lokasi, Inge sudah melarikan diri sebelum sempat dimintai pertanggungjawaban atas biaya perawatan yang telah diterimanya.

Bagi Armi, kerugian materiil karena Inge tidak membayar tidaklah seberapa dibandingkan dengan ketenangan di tempat usahanya.

Ia memilih untuk mengikhlaskan biaya yang dibawa lari oleh Inge daripada harus meladeni keributan yang sengaja diciptakan oleh ibu muda tersebut.

"Jadi niatnya memang tidak mau bayar dan keinginannya itu. Seperti mau dapat uang kompensasi, dugaan kita. Waktu saya sampai, dia sudah tidak ada di tempat. Kita ikhlaskan saja supaya tidak ramai lagi, yang penting dia tidak berteriak-teriak lagi di sini," kata Armi.

Armi menyinggung peristiwa viral yang melibatkan Inge di Mojokerto. Hal itu disebut merupakan gambaran bagaimana perilaku Inge sebenarnya. "Allah itu memberikan balasan kepada setiap orang, mungkin ya memang perilakunya seperti itu. Dengan kejadian yang sekarang viral," ungkapnya.

Armi berharap peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi Inge dan bisa merubah perilakunya.

"Semoga dia bisa berubah saja. Kita tidak boleh memperlakukan orang semena-mena, apalagi kalau orang itu tidak salah. Kita ikhlaskan saja, semoga dia tidak mengulangi perbuatannya lagi di tempat lain," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads