Fakta Pilu Kondisi Terkini Istri dan Anak Badut Pembunuh Ibu Mertua di Mojokerto

Fakta Pilu Kondisi Terkini Istri dan Anak Badut Pembunuh Ibu Mertua di Mojokerto

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 10:30 WIB
Satuan (43) saat ditanya Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata
Satuan (43) saat ditanya Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Satuan (43), seorang badut penjual balon di Mojokerto, mengungkap konflik rumah tangga yang berujung tragis. Dalam kasus ini, Satuan tega menghabisi nyawa ibu mertuanya, Siti Arofah (53), dan melukai istrinya, Sri Wahyuni (35).

Di hadapan polisi, pelaku membeberkan alasan di balik aksi brutal tersebut mulai dari tekanan ekonomi, utang keluarga, hingga persoalan rumah tangga yang menumpuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Fakta Tragis Kasus Badut Mojokerto

Berikut sederet fakta kasus pembunuhan badut di Mojokerto tersebut.

1. Pelaku Mengaku Tertekan Gaya Hidup Istri

Satuan mengaku selama ini merasa terbebani dengan gaya hidup istrinya yang dianggap terlalu tinggi dibanding penghasilannya sebagai badut penjual balon yang tidak menentu.

ADVERTISEMENT

"Perawatan sudah pasti, lipstiknya saja ada 18, bulu mata lepas satu sudah bingung, setiap hari paket (belanja barang) saja," kata Satuan saat berbincang dengan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata.

Ia juga mengaku berbagai dokumen penting keluarga telah digadaikan istrinya demi menutup utang.

"Surat-surat tidak ada semua digadaikan istri. Mulai KK, KTP, surat nikah, akta kelahiran anak sudah tidak ada, buat utang-utang. Pokoknya satu minggu saya diberi rincian kurang lebih Rp 3 juta utangnya dia," cetusnya.

2. Anak Balita Kerap Diajak Mengamen Jadi Badut

Fakta pilu lainnya, Satuan mengaku sering mengajak anak balitanya yang masih berusia 3,5 tahun saat bekerja menjadi badut. Menurutnya, hal itu dilakukan karena istrinya disebut enggan mengasuh anak apabila kebutuhannya tidak dipenuhi.

"Istri mau momong kalau semua dipenuhi. Mintanya ya uang belanja sendiri, uang sekolah sendiri, uang brai (perawatan) sendiri. Sedangkan kayak saya kan penghasilannya tidak menentu, maunya dipenuhi," jelas Satuan.

3. Pelaku Mengaku Masih Mencintai Istrinya

Meski tega menganiaya istrinya hingga mengalami luka serius, Satuan mengaku masih memiliki rasa cinta terhadap Sri Wahyuni. Bahkan, ia sempat menyampaikan pesan emosional kepada para perempuan.

"Terhadap perempuan di luar sana supaya tidak mempermainkan laki-laki. Karena laki-laki kalau sudah tulus cinta, matipun dilakukan. (Anda cinta?) Cinta pak," ujarnya.

4. Tiga Anak Jadi Perhatian Polisi dan Keluarga

Peristiwa berdarah tersebut berdampak besar terhadap tiga anak dalam keluarga itu. Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata memastikan anak-anak korban kini berada dalam pengasuhan keluarga besar dan mendapat perhatian khusus.

"Terhadap 3 anak ini sudah ada pengampunya, ada keluarga besar. Sehingga kami sarankan agar sama-sama fokus untuk masa depan mereka. Jadi, kepentingan anak menjadi prioritas proses penyelesaian atas peristiwa ini," terang Andi.

Selain itu, Polres Mojokerto juga memberikan bantuan pendidikan dan sembako untuk membantu kebutuhan anak-anak tersebut.

5. Istri Pelaku Sempat Terkendala Biaya Pengobatan

Sri Wahyuni yang menjadi korban luka sempat mengalami kendala biaya pengobatan lantaran kasus akibat tindak pidana tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Polisi kemudian bergerak menggalang bantuan agar korban bisa menjalani rawat jalan dan kembali bersama anak-anaknya.

"Kondisi sore tadi sudah dibolehkan pulang untuk rawat jalan. Ada sedikit kendala mungkin di pembiayaan nonBPJS. Dari Polres Mojokerto saya minta ayo rame-rame bantu," pungkas Andi.

Kini, Satuan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman 15 tahun penjara atas aksi pembunuhan dan penganiayaan tersebut.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads