7 Fakta Satpam Gedung Mangkrak di Surabaya Dibunuh Sahabat gegara Pinjol

7 Fakta Satpam Gedung Mangkrak di Surabaya Dibunuh Sahabat gegara Pinjol

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 11:15 WIB
Pembunuh satpam di gedung mangkrak Surabaya
Pembunuh satpam di gedung mangkrak Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Misteri tewasnya petugas keamanan di gedung mangkrak kawasan Graha Darmo Satelite Town (DST), Surabaya akhirnya terungkap. Korban ternyata dibunuh oleh rekan kerja sekaligus sahabatnya sendiri setelah keduanya terlibat cekcok terkait persoalan pinjaman online (pinjol).

Kasus pembunuhan ini sempat membuat geger karena korban ditemukan bersimbah darah di dalam pos satpam, sementara lokasi kejadian berada di gedung mangkrak yang minim aktivitas dan tidak memiliki CCTV aktif. Polisi pun bergerak cepat hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku kurang dari enam jam setelah laporan diterima.

Berikut fakta-fakta pembunuhan satpam di gedung mangkrak Surabaya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Korban Tewas Bersimbah Darah di Pos Satpam

Korban diketahui bernama Dekky Martyadi (48), yang ditemukan meninggal dunia di Pos Satpam Graha DST, Jalan Sukomanunggal Jaya 11-15, Surabaya, pada Senin (11/5/2026) pagi. Penemuan jasad korban pertama kali membuat geger para pekerja di sekitar lokasi karena korban ditemukan dalam kondisi masih mengenakan seragam satpam dengan bercak darah di sekitar tubuhnya.

Kasus ini pertama kali diketahui setelah Kepala Security setempat bernama Sutarno merasa curiga karena lampu pos keamanan belum dimatikan hingga pagi hari, padahal sesuai SOP lampu seharusnya sudah dipadamkan sejak dini hari.

ADVERTISEMENT

"Akhirnya dia ngelihat ke musala karena korban ini taat, sering salat gitu. Nah, dilihat di musala enggak ada, baru di berjalan dilihat ke pos security kok ada bercak-bercak (darah) dan sampai di dalam ditemukan korban tergeletak," ujar Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Akhyar.

2. Awalnya Dikira Korban Perampokan

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi sempat menduga korban menjadi sasaran perampokan karena handphone milik korban hilang, sementara sepeda motor korban masih berada di lokasi lengkap dengan kunci yang masih menancap. Kondisi tersebut membuat polisi menemukan sejumlah kejanggalan karena tidak ada barang berharga lain yang dibawa pelaku.

Selain itu, penyelidikan juga sempat mengalami kendala karena gedung tersebut sudah mangkrak selama lima hingga enam tahun dan tidak memiliki CCTV aktif untuk membantu mengungkap pelaku.

"Karena sepeda motornya ada di samping, kemudian kunci sepeda motornya nyantel. Nah ini dugaannya kami belum tahu, apa motifnya, apa modus operandinya, kami belum tahu. Kenapa kok hanya handphone-nya aja yang diambil?" kata Akhyar.

"CCTV-nya enggak ada. Karena gedung itu sudah lama mangkrak sekitar 5-6 tahunan," kata Akhyar.

3. Pelaku Ternyata Rekan Kerja dan Sahabat Korban

Setelah melakukan penyelidikan intensif dan memeriksa sejumlah saksi, polisi akhirnya mengungkap bahwa pelaku pembunuhan ternyata adalah OAP (26), yang juga bekerja sebagai satpam di lokasi tersebut. Hubungan korban dan pelaku diketahui cukup dekat karena keduanya bekerja bersama dan berteman baik sehari-hari.

Polisi memastikan pelaku melakukan aksi pembunuhan seorang diri saat kondisi lokasi sedang sepi dan tidak ada orang lain di sekitar tempat kejadian perkara.

"Sama sebagai seorang satpam. Mereka adalah sahabat," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, Selasa (12/5/2026).

"Saat ini dari pengakuan tersangka bahwa dia pelaku tunggal. Setelah dicek CCTV yang ada dan kemudian keterangan saksi di TKP memang saat itu kondisi sepi tidak ada orang selain korban dan pelaku," kata Edy.

4. Dipicu Persoalan Pinjaman Online

Polisi mengungkap bahwa motif pembunuhan dipicu persoalan pinjaman online yang digunakan bersama oleh korban dan pelaku, namun kemudian memunculkan masalah terkait pembayaran utang hingga memicu percekcokan di antara keduanya. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku tersinggung saat membahas tanggung jawab pembayaran pinjaman tersebut.

Pertengkaran yang terjadi kemudian memuncak hingga pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam di dalam pos satpam.

"Motif daripada pembunuhan itu sendiri diawali dengan permasalahan pinjol, di mana tersangka pinjam pinjol, menurut pengakuannya bahwa uang pinjaman pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban," ujar Edy.

"Setelah mereka berkomunikasi, ada ketersinggungan, berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran pinjaman itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban," ungkap Edy.

5. Korban Ditusuk Berkali-kali di Leher dan Dada

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian menusuk korban berkali-kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi menyebut luka tusukan mengenai bagian vital korban, yakni leher dan dada.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Pos Satpam Graha DST, Kecamatan Sukomanunggal, saat kondisi sekitar lokasi sedang sepi.

"Dengan cara ditusuk leher dan dada sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," imbuh Edy.

6. Polisi Sita Pisau hingga Tiga Handphone

Dari hasil penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan tersebut, mulai dari tiga unit handphone, sepeda motor, seragam satpam, jaket hoodie hitam hingga sebilah pisau panjang yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

Atas perbuatannya, tersangka kini harus mempertanggungjawabkan aksinya di hadapan hukum dan dijerat dengan pasal pembunuhan dalam KUHP terbaru.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 dan atau Pasal 459 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP."

7. Rekan Kerja Syok, Sebut Korban Sosok Baik

Kasus pembunuhan di gedung mangkrak itu mengejutkan para pekerja di sekitar lokasi karena selama bertahun-tahun tidak pernah terjadi tindak kriminal serius di area tersebut. Salah satu petugas kebersihan bernama Agus mengaku syok mendengar korban tewas dibunuh oleh rekan kerjanya sendiri.

Menurut Agus, korban dikenal sebagai sosok yang ramah, baik kepada semua orang, dan tidak pernah pelit selama bekerja di kawasan Graha DST.

"Ini pertama kali terjadi pembunuhan. Kalau hal-hal mistis belum pernah ada selama tujuh tahun saya kerja di sini," ujar Agus.

"Orangnya baik, ramah, nggak pernah pelit," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kecaman PBB Atas Penembakan di Masjid AS yang Tewaskan 3 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads