Tak hanya korban tewas, ada korban luka patah tulang akibat kebakaran rumah 2 lantai di Banyuurip Surabaya. Penghuni kos disebut nekat melompat dari lantai 2 untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Laksita Rini membenarkan korban yang selamat mengalami luka patah tulang. Akibat lompatan dari ketinggian itu korban mengalami dislokasi tulang.
"Iya, ada yang lompat dari belakang lantai 2," kata Rini, Selasa (26/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban patah tulang itu diketahui bernama Tiwuk Suryati (46). Ia mengalami dislokasi kaki kanan dan kiri.
Hal senada disampaikan Ketua RT 8, RW 4, Kelurahan Banyuurip, Dian Bagus. Menurutnya, penghuni kos yang terluka itu langsung dilarikan ke RS BDH Surabaya oleh warga setempat.
"Penghuni kos yang perempuan sempat lompat dari lantai 2, patah tulang sudah dirujuk ke BDH," ujarnya.
Sebelumnya, Kebakaran hebat melanda rumah 2 lantai di kawasan Banyu Urip, Surabaya pada Senin (26/5) malam. Akibat peristiwa ini 2 penghuni rumah yakni nenek dan cucunya meninggal, sedangkan 4 korban lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 22.30 WIB dan langsung menerjunkan 14 unit armada pemadam ke lokasi.
Menurut Rini, lantai satu bangunan digunakan sebagai bengkel motor listrik, sedangkan lantai 2 sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, lantai satu sudah hangus terbakar.
Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya baterai motor listrik yang berbahan lithium sehingga memicu ledakan dan membuat api cepat membesar.
Rumah tersebut dihuni enam orang. Empat penghuni berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Rini menyebut kedua korban tewas merupakan nenek dan cucunya. Sang nenek ditemukan di kamar mandi lantai satu, sedangkan cucunya ditemukan di lantai dua. Diduga, keduanya terjebak saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api yang sudah membesar, meski kronologi pasti masih dalam penyelidikan petugas.
(auh/dpe)
