Perbakin Surabaya Bekukan LASAPA Usai Kasus Atlet Dilecehkan

Perbakin Surabaya Bekukan LASAPA Usai Kasus Atlet Dilecehkan

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 18:40 WIB
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Perbakin Surabaya membekukan semua kegiatan les privat LASAPA milik terduga pelecehan seksual JL. Perbakin juga meminta semua atlet yang ikut les privat di LASAPA melapor apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kami membekukan semua kegiatan di LASAPA untuk sementara waktu. Kami imbau adik dan orang tuanya agar selama pelatihan atau lomba didampingi dan diawasi agar tidak terulang lagi," kata Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Hadi juga memastikan Perbakin Surabaya memfasilitasi kepada semua atlet yang ikut les privat di LASAPA untuk melapor apabila ada hal serupa terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami undang orang tua beserta atlet, apabila ada hal serupa, atau korban lain untuk segera melapor ke kami," tambahnya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, Perbakin Surabaya berencana membuka les tembak resmi agar tidak terjadi kasus pelecehan terhadap atlet di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

"Kita bikin resmi les di bawah Perbakin Surabaya biar tidak liar dan kasus ini tidak terjadi lagi. Kami punya hajat untuk menunjuk salah satu pelatih dan kami setifikasikan supaya tidak terulang lagi kasus ini. Kami tidak menyangka kasus ini, karena jadwal latihan itu sudah tetap, yang dilakukan oknum itu di luar jam latihan. Itu menurut yang saya dengar dari pengakuan keluarga korban, terjadinya setelah acara latihan, korban berdua sama terduga," bebernya.

Hadi menambahkan, pihaknya sempat melihat JL sosok yang baik dan membantu para atlet. Namun, kepercayaan itu disalahgunakan.

"Kami melihat awalnya JL ini beritikad baik, dan kami melihat banyak sekali teman-teman adik atlet terbantu akan adanya les-lesan pribadinya dia itu. Itikad awalnya baik, dan iktikadnya sejalan tapi semakin ke sini kami aware. Iktikad baik itu kami salah menilai, ternyata terjadi seperti ini," ujarnya.

"Ini juga evaluasi bagi kami, karena di luaran sana mungkin banyak juga les-lesan yang tidak terafiliasi dengan Perbakin Surabaya. Kami lagi merumuskan untuk menaungi adik-adik atlet dalam hal pembinaan prestasi, kami rumuskan ke depan, saya pribadi ingin merumuskan supaya aktivitas latihan ini dapat pembinaan baik," tandasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya berinisial JL sempat bikin heboh. Korbannya adalah DS (15), atlet perempuan di bawah umur yang selama ini dibina dalam cabang olahraga menembak.

Keluarga korban mengungkap sejumlah fakta yang diduga terjadi selama proses latihan hingga pendampingan atlet. Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma mendalam dan kini enggan kembali menekuni olahraga yang selama dua tahun terakhir digelutinya.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan dan menggali keterangan korban terkait kronologi peristiwa yang dialaminya.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan, DP3APPKB menyebut tentang pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dan komunikasi dengan anak.

"Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya," kata Ida saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Menurut Ida, korban kemudian menemukan sosok lain yang memberikan perhatian kepadanya, yakni JL. Kedekatan itu lalu terjalin hingga korban merasa percaya kepada terduga pelaku.

"Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu," jelasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads