Kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, masih menyisakan tanda tanya. Pejabat perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda dan hingga kini penyebab kematiannya masih diselidiki polisi.
Sejumlah fakta baru diungkap keluarga melalui kuasa hukum mereka. Mulai dari kemunculan pria misterius dalam rekaman CCTV, dugaan korban telah meninggal sebelum tiba di bandara, hingga temuan hasil autopsi yang dinilai janggal.
Berikut sejumlah faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Korban Selama Ini Selalu Mengemudi Sendiri
Keluarga melalui kuasa hukumnya, Risang Bima Wijaya mengungkap bahwa selama bertugas sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan, Ruly tidak pernah menggunakan sopir pribadi dan selalu mengendarai sendiri mobil dinas yang dipakainya untuk kegiatan sehari-hari.
Fakta ini menjadi perhatian keluarga karena dalam rekaman CCTV justru terlihat seorang laki-laki berada di dalam mobil korban saat kendaraan memasuki area parkir Bandara Juanda.
"Selama menjalankan tugas kedinasan, korban selalu mengemudikan sendiri mobil dinas yang digunakannya," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Jumat (26/6/2026).
Menurut keluarga, kebiasaan korban yang selalu menyetir sendiri membuat keberadaan pria lain di dalam mobil menjadi salah satu hal yang dinilai janggal. Polisi pun kini masih menelusuri identitas pria yang terlihat bersama korban tersebut.
2. Korban Sempat Pamit dan Hilang Kontak
Ruly terakhir kali berpamitan kepada keluarganya pada Kamis (18/6/2026) pagi dengan alasan akan mengikuti agenda rapat kerja dan menyampaikan bahwa dirinya baru akan pulang pada Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban diduga berada di kawasan Batu atau Pujon dan masih sempat berkomunikasi dengan keluarga hingga Sabtu pagi.
"Namun pada Sabtu sore, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya.
Risang juga memastikan, selama ini tidak ada persoalan dalam kehidupan rumah tangga korban maupun konflik dengan anggota keluarga. Korban juga dikenal mudah bergaul sehingga keluarga mengaku tidak mengetahui adanya persoalan pribadi yang dihadapi korban.
"Selama ini tidak ada konflik dengan pihak keluarga. Persoalan rumah tangganya baik-baik saja," jelasnya.
3. Muncul Pria Misterius dalam Rekaman CCTV
Keluarga menyoroti keberadaan seorang pria misterius yang terekam kamera CCTV saat mobil dinas korban memasuki area parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026). Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat mengambil tiket parkir sebelum kendaraan memasuki area bandara.
"Di layar monitor CCTV terlihat ada seorang laki-laki yang mengambil tiket parkir saat mobil masuk ke Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026)," kata Risang.
Keluarga dan rekan kerja korban mengaku tidak mengenali sosok pria tersebut setelah rekaman CCTV diperlihatkan kepada mereka. Pria itu disebut berciri mengenakan masker, berkacamata, memakai kaus biru dongker, berambut ikal, berkulit putih, dan memakai jam tangan di tangan kiri.
"Setelah ditunjukkan kepada keluarga, tidak ada yang mengenali laki-laki itu," ujarnya.
4. Diduga Meninggal Sebelum Tiba di Juanda
Keluarga menduga korban telah meninggal dunia sebelum mobil memasuki area parkir Bandara Juanda karena posisi kursi penumpang depan yang ditempati korban dalam keadaan direbahkan. Dugaan tersebut membuat keluarga menilai kemungkinan peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar kawasan bandara.
"Dugaan keluarga, saat mobil masuk ke area parkir korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Itu yang kemudian menjadi dasar munculnya dugaan adanya tindak pidana," jelasnya.
Risang menilai, lokasi kejadian diduga berada di luar kawasan Juanda dan kemungkinan terjadi saat perjalanan dari wilayah Malang atau Batu menuju Surabaya. Dugaan tersebut diperkuat oleh komunikasi terakhir korban dengan suaminya yang masih berlangsung pada pagi hari.
"Kami mempunyai dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa ini terjadi di luar bandara. Artinya saat masuk ke bandara, korban sudah dalam posisi meninggal dunia," kata Risang.
"Kami menduga peristiwa itu terjadi di luar bandara. Kalau melihat perjalanan dari Batu menuju Juanda, dugaan kami terjadi sebelum korban tiba di bandara," ujarnya.
5. Ada Sobekan Telinga dan Anting yang Hilang
Hasil autopsi yang diterima keluarga menunjukkan adanya sobekan pada cuping telinga kiri korban. Saat korban ditemukan maupun ketika dilakukan pemeriksaan, anting yang dikenakan korban hanya tersisa di telinga sebelah kanan.
"Hasil autopsi menunjukkan cuping telinga kiri sobek dan anting sebelah kiri sudah tidak ada. Saat ditemukan maupun saat autopsi hanya ada anting sebelah kanan," ungkapnya.
Keluarga juga memastikan bahwa perjalanan korban ke wilayah Malang dan Batu bukan merupakan agenda kedinasan karena tidak ada izin maupun penugasan resmi dari kantor. Meski demikian, keluarga menegaskan seluruh dugaan yang disampaikan tetap menunggu hasil penyidikan kepolisian.
"Tidak ada izin dinas dan bukan agenda kantor," tegasnya.
"Kami tidak bermaksud mendahului penyidik. Namun berdasarkan fakta-fakta yang dilihat keluarga, ada dugaan bahwa korban merupakan korban pembunuhan. Kami menyerahkan sepenuhnya pembuktian kepada penyidik," tegasnya.
Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
