Pada momen libur Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Suro, tingkat kunjungan wisata di Air Terjun Sedudo, di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk tercatat naik lima kali lipat.
Data Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk mencatat, pada Senin (15/6/2026) jumlah pengunjung Air Terjun Sedudo sebanyak 97 orang. Namun sehari kemudian, pada Selasa (16/6/2026), bertepatan dengan tanggal merah 1 Suro atau 1 Muharram, angka kunjungan melonjak menjadi 520 wisatawan.
Kabid Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata (PDTDP) Disporabudpar Nganjuk, Indria Aksiomaningsiwi menyampaikan, peningkatan kunjungan tersebut memang hampir selalu terjadi setiap memasuki bulan Suro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, memang untuk Sedudo saat hari Suro menjadi daya tarik tersendiri. Banyak yang percaya air Sedudo membawa berkah. Jadi saat libur kemarin banyak pengunjung yang tidak hanya berwisata menikmati alam, tetapi juga melakukan wisata spiritual atau religi," ujar Indria, Rabu (17/6/2026).
Menurut Indria, daya tarik Air Terjun Sedudo tidak hanya terletak pada panorama alam pegunungan yang sejuk. Sejak lama, kawasan tersebut juga lekat dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat terkait bulan Suro.
Tak sedikit wisatawan yang datang untuk merasakan suasana spiritual di kawasan wisata tersebut.
"Sebagian pengunjung memanfaatkan momentum Suro dan Tahun Baru Islam untuk berdoa dan melakukan ritual tertentu yang diyakini membawa keselamatan maupun keberkahan," ujar Indria.
Air Terjun Sedudo sendiri berada di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.438 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian air terjun mencapai 105 meter, Sedudo menjadi salah satu air terjun tertinggi di Pulau Jawa.
(auh/abq)
