Perusahaan yang melakukan penipuan online atau scamming di Jalan Gito Gati, Sleman, terungkap menggunakan aplikasi kencan untuk merayu korban yang ujung-ujungnya menjual konten pornografi. Polisi menyebut perusahaan ini meraup Rp 10 M per bulan.
Aktivitas haram perusahaan ini terbongkar setelah tim patroli siber Polresta Jogja menemukan iklan lowongan kerja yang tak wajar. Setelah mendapat bukti adanya kegiatan scamming, polisi menggerebek perusahaan yang menempati ruko dua lantai itu pada Senin (5/1) lalu.
"Diamankan bukti berupa 30 handphone, 50 laptop, CCTV, dan seperangkat wifi yang digunakan sebagai pidana love scaming," kata Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat jumpa pers di kantornya, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelusuran detikJateng, iklan lowongan kerja dari perusahaan bernama PT Altair Trans Service berseliweran di mesin pencari. Di iklan tersebut tertulis lowongan untuk menjadi English Chat App Admin tanpa keterangan yang jelas mengenai tugasnya. Syarat pendaftarnya harus menguasai bahasa Inggris, tanpa syarat minimum pendidikan dan batasan usia.
Saat menggerebek kantornya, polisi mengamankan 64 orang. Dari hasil penyelidikan, enam petinggi di kantor itu ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah R (35) pria sebagai CEO, H (33) wanita sebagai HRD, P (28) pria selaku projek manajer, J (28) wanita selaku projek manajer, V (28) pria selaku tim leader, dan G (22) pria sebagai tim leader. Mereka dijerat Pasal 407 atau Pasal 492 KUHP dan pasal terkait pornografi di UU ITE dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.
Modus Love Scamming
Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menjelaskan, praktik yang dilakukan enam tersangka merupakan tindakan love scamming. Mereka menggunakan aplikasi kencan atau dating apps untuk merayu korban yang endingnya menjual konten porno dengan pembayaran sistem koin.
Para pekerjanya disediakan perangkat dengan aplikasi bernama WOW. Aplikasi ini memiliki server di China dan didatangkan juga dari China. Mereka menggaet korban yang rata-rata dari Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia. Percakapan terus dilakukan hingga menjurus ke pornografi.
Konten porno juga sudah tersedia perangkat seperti ponsel dan laptop. Konten porno dari aplikasi disediakan dari China, sedangkan konten yang ada di device disediakan oleh kantor di Sleman.
"(Setelah masuk aplikasi) sudah masuk ke dalam room. Room dengan di situ ada 15 orang, ada yang 10 orang, 5 orang. Jadi kalau pas kita tanya, room itu siapa yang menyediakan? Itu klien. Mereka nggak tahu-menahu yang di sini. Pokoknya mereka masuk, langsung tiba-tiba di situ ada chat room," ungkap Riski.
Setelah masuk dalam room chat, para agen ini tinggal 'melayani' konsumen untuk berinteraksi. Hingga akhirnya mengirimkan konten porno yang telah disediakan. Konsumen tidak bisa langsung membuka konten itu sebelum membeli koin.
"Iya (agen mengaku sebagai orang dalam konten porno), yang ngaku sebagai dia. Itulah scam-nya di situ. Iya, fake profile," ungkap Riski.
Cuan Rp 10 M Per Bulan
Riski menjelaskan, Konsumen harus memberi gift untuk membuka konten porno yang telah dikirim. Rinciannya, Gift Mawar sebesar 8 coin, Gift Mahkota 199 coin, Gift Tiara 699 coin, dan Gift Supercar 999 coin. Setiap 16 coin dalam aplikasi itu bernilai 5 USD.
Sedangkan para agen atau karyawan di Sleman ditarget mendapat 2 juta koin per bulan per sift atau 3-6 ribu coin setiap harinya per orang.
"Kegiatan ini sudah berlangsung hampir 1 tahun, adapun keuntungan yang didapat, ini kita dapat dari hasil pemeriksaan, untuk setiap sif memiliki target mengumpulkan minimal 2 juta koin per bulannya," ujar Riski.
"Yang mana hitungannya per 16 koin itu dibayar sebesar $5. Jadi kalau dihitung secara kalkulasi per shift itu dapat menghasilkan sebesar Rp 10 miliar lebih per bulannya, satu shift. Sedangkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaannya, mereka dibagi ke dalam tiga shift," sambung dia.
Berpusat di China
Dari hasil penyelidikan polisi, PT Altair Trans Service diketahui sebagai ternyata perpanjangan tangan dari operator aplikasi kencan yang berpusat di China. PT Altair adalah perusahaan outsourcing yang menyediakan tenaga kerja untuk menjadi admin chat di aplikasi tersebut.
Selain di Sleman, PT Altair Trans Service juga memiliki cabang yang berada di Lampung. Pihaknya pun kini tengah berkomunikasi dengan Polda Lampung untuk juga mengungkap jaringan scam di Lampung tersebut.
"Ini kita lagi komunikasi sama Polda Lampung untuk melakukan penindakan hal yang sama di sana. Karyawannya sama, ya mirip-mirip, hampir sama (dengan kantor yang ada di Sleman)," ungkapnya.
Polisi juga telah mengantongi identitas warga negara (WN) China yang menjalin kerja sama dengan R (35) selaku CEO PT Altair Trans Service. WN China yang diketahui berinisial ZC itu yang membangun jaringan scam ini di Indonesia. ZC juga menawarkan bisnis scamming dengan aplikasi WOW ini ke R hingga membangun perusahaan PT Altair Trans Service.
Karyawan Dapat Rp 8,5 Juta
Ada sekitar 200 pegawai yang bekerja untuk PT Altair. Mereka dibagi menjadi tiga sift setiap harinya.
"Waktu (masa) kerjanya berbeda-beda, ada yang sudah setahun, ada yang baru 6 bulan, ada yang 3 bulan, ada yang baru satu minggu. Kalau total pegawai sebanyak hampir 160-200. (Yang diamankan 64 orang) karena kan waktu saat itu itu hanya sif pagi waktu penangkapan tersebut," ujar Riski.
Para karyawan menerima gaji pokok dan bonus berdasarkan performa. Besaran gaji pokok yang diterima beragam, sedangkan bonusnya bisa mengapai Rp 5 juta per bulan.
"Ada dua kali gaji, pertama gaji pokok dan bonus. Kalau gaji pokok itu sekitar Rp 2,4 juta sampai Rp 3,5 juta. Kalau untuk bonus itu dilihat dari performa, dari cara mendapatkan poin tersebut, Itu sebesar Rp 1-5 juta tiap bulannya per orangnya," kata Riski.

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu