Arti Subhanal Malikil Quddus dan Keutamaannya Diamalkan Setelah Tarawih

Arti Subhanal Malikil Quddus dan Keutamaannya Diamalkan Setelah Tarawih

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 22 Feb 2026 10:02 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi membaca subhanal malikil quddus. Foto: Gemini AI
Jogja -

Sholat Tarawih plus Witir adalah amalan sunnah malam-malam Ramadhan yang memiliki keutamaan agung. Siapa pun yang mengerjakan sholat ini, akan mendapat pengampunan dosa.

Diambil dari Buku Pintar Shalat tulisan M Khalilurrahman Al Mahfani, penamaan Tarawih disebabkan kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat untuk beristirahat setiap salamnya. Keutamaannya tercantum di hadits:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Siapa yang melaksanakan qiyamu Ramadhan (sholat Tarawih) karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Jamaah dari Abu Hurairah)

Usai mengerjakan rangkaian Tarawih, termasuk Witir, masjid-masjid diramaikan dengan bacaan 'subhanal malikil quddus'. Sebenarnya, apa arti kalimat itu? Adakah keutamaan mengamalkannya? Berikut pembahasannya.

Poin Utamanya:

  • Subhanal malikil quddus berarti 'Maha Suci Dzat yang Maha Menguasai dan Maha Kudus'.
  • Subhanal malikil quddus dibaca 3 kali setelah sholat Witir.
  • Keutamaan membaca subhanal malikil quddus adalah mengikuti sunnah Nabi SAW dan menjadi saksi pada hari kiamat.

Apa Arti Subhanal Malikil Quddus?

Menurut keterangan di buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R Syamsul B dan M Nielda, 'subhanal malikil quddus' berarti 'Maha Suci Dzat yang Maha Menguasai dan Maha Kudus'. Begini tulisan Arab plus Latin dan artinya:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

Arab Latin: Subhaanal malikil qudduus.

Artinya: "Maha Suci Dzat yang Maha Menguasai dan Maha Kudus."

Apa Keutamaan Mengamalkan Subhanal Malikil Quddus?

Keutamaan pertama adalah mengikuti teladan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dahulu, beliau membaca subhanal malikil quddus sebanyak 3 kali setelah sholat Witir.

Dalil bacaan tersebut adalah hadits riwayat Abdurrahman bin Abza:

أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَد فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ وَرَفَعَ بِمَا صَوْتَهُ. رواه أحمد

Artinya: "Sesungguhnya Nabi dalam sholat Witir membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la' (al-A'la), 'Qul yaa ayyuhal kafirun' (al-Kafirun), dan 'Qul huwallahu ahad' (al-Ikhlas). Maka apabila salam, beliau berdoa, 'Subhanal malikil quddus, Subhanal malikil quddus, Subhanal malikil quddus' (3 kali) dan mengeraskan suaranya." (HR Ahmad)

Sebagaimana kita ketahui bersama, Nabi Muhammad SAW adalah manusia terbaik yang pernah menapakkan kaki di muka Bumi. Beliau diutus Allah SWT untuk menyampaikan syariat Islam dan telah menuntaskannya secara kaffah.

Artinya, umat Islam tinggal mengikuti petunjuk Nabi SAW secara utuh, tanpa perlu menambah atau mengurangi, termasuk dalam urusan doa akhir rangkaian sholat Tarawih. Cukup membaca 'Subhanal malikil quddus' tiga kali. Ada yang berpendapat boleh menambahkan kalimat 'Rabbul malaaikati war-ruuh' sekali.

Di samping mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, 'Subhanal malikil quddus' memiliki keutamaan lain. Bacaan yang dikenal sebagai kalimat taqdis akan menjadi saksi pada hari kiamat kelak.

Diambil dari Sunan at-Tirmidzi Jilid 4 tulisan Imam at-Tirmidzi, landasan keutamaan ini adalah hadits:

عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ، وَاعْقِدُنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنطَقَاتٌ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ

Artinya: "Hendaklah kalian membaca tasbih, tahlil, dan taqdis, dan hitunglah semua itu dengan jari-jari kalian. Sebab, sesungguhnya ia akan menjadi saksi yang akan ditanya dan akan berbicara pada hari kiamat. Janganlah kalian lalai untuk berdzikir karena jika kalian lalai darinya maka kalian melupakan rahmat Allah."

Hadits ini datang dari Hani bin Utsman. Menurut Imam at-Tirmidzi, statusnya hasan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Itulah arti 'Subhanal malikil quddus' dan keutamaan mengamalkannya. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!

FAQ Arti Subhanal Malikil Quddus

1. Kapan subhanal malikil quddus dibaca?

Kalimat taqdis ini dibaca setelah selesai mendirikan sholat Witir dalam rangkaian sholat Tarawih.

2. Apakah ada doa setelah sholat Tarawih?

Tidak ada doa khusus yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk dibaca setelah sholat Tarawih (tidak termasuk Witir). Ada ulama yang menyarankan untuk membaca doa Kamilin.

3. Dzikir apa yang dibaca di sela sholat Tarawih?

Tidak ada. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mengistirahatkan sejenak anggota-anggota tubuh sebelum melanjutkan ibadah.




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads