Warga di sekitar lokasi korban pembunuhan di Sedayu, Bantul menyebut sempat kedatangan istri korban untuk meminta tolong. Sedangkan untuk detail kejadian, warga saat itu tidak ada yang tahu karena suasana sepi.
Penjaga malam Agro Industri Park I Universitas Mercu Buana Jogja, Arifin (45), mengatakan awalnya sedang duduk di luar tempat kerjanya. Memasuki pukul 05.20 WIB, Arifin kedatangan istri korban, RPS (34).
"Jadi saya sedang duduk lalu didatangi perempuan jalan kaki sambil membawa anak, dia minta tolong, mohon suaminya ditolong, gitu," katanya kepada detikJogja di Argomulyo, Sedayu, Bantul, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapati hal tersebut, Arifin lantas merapikan tempat kerjanya terlebih dahulu sembari meminta RPS untuk ke pos sekuriti.
"Setelah itu, saya sama sekuriti bersama-sama ke lokasi kejadian, tapi posisi saat itu saya di luar," ujarnya.
Alasan masih berada di luar, lanjut Arifin, karena dirinya tidak paham penanganan medis. Hingga akhirnya Arifin langsung menghubungi Ketua RT setempat.
"Saya tidak berani penanganan, lalu saya laporan ke Pak RT dan akhirnya ke sana semua sekitar pukul 06.00 WIB," ucapnya.
Terkait suasana di lokasi kejadian, Arifin menyebut terbilang sepi. Terlebih pagi tadi masih banyak warga yang beristirahat usai sahur berlanjut menunaikan ibadah salat Subuh.
"Kalau jam segitu jarang kendaraan yang melintas, apalagi habis sahur biasanya subuhan dan lanjut beristirahat. Terus kalau sehari-hari ya di sini tidak ramai, paling hanya beberapa motor saja yang melintas," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas usai menjadi korban penganiayaan menggunakan parang di salah satu rumah daerah Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Penganiayaan berlangsung di dalam rumah saat korban tidur bersama istri dan anaknya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat saksi, RPS (34), warga Argomulyo sedang tidur berdampingan dengan suaminya, TYR (36) dan anaknya di ruang tengah pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, RPS mendengar pintu belakang rumahnya terbuka.
"Setelah itu pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih tertidur," katanya kepada wartawan di Bantul, Rabu (25/2/2026).
Saat itu RPS sempat menangkis ayunan parang dari pelaku. Alhasil, tiga jari tengah RPS mengalami luka robek.
"Meski sudah ditangkis saksi, ayunan parang pelaku mengenai wajah, perut dan jari korban," ujarnya.
Setelah pelaku berhasil membacok TYR, selanjutnya pelaku langsung pergi meninggalkan rumah TYR. Sedangkan anak TYR yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun.
"Saksi lalu memberitahu tetangganya dan berlanjut dengan laporan ke polisi," ucapnya.
Mendapat laporan itu, polisi dan petugas medis langsung mendatangi lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan, TYR mengalami luka sayatan di bagian wajah sepanjang 10 Cm.
"Lalu luka sayatan di perut sampai ke paha sepanjang 20 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter," katanya.
(alg/apl)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf