Turki Siagakan Sistem Rudal Patriot Antisipasi Serangan Rudal Iran

Turki Siagakan Sistem Rudal Patriot Antisipasi Serangan Rudal Iran

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 10 Mar 2026 17:40 WIB
Serviceman patrols in front of the Patriot air defence system during Polish military training on the missile systems at the airport in Warsaw, Poland February 7, 2023. REUTERS/Kacper Pempel
Ilustrasi sistem rudal Patriot di Turki. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)
Jogja -

Pemerintah Turki menyiagakan sistem pertahanan rudal Patriot di wilayahnya. Pengerahan rudal ini dilakukan usai aliansi NATO mencegat rudal balistik kedua yang ditembakkan dari Iran ke wilayah udara Turki sehari sebelumnya.

"Langkah-langkah yang diperlukan sedang diambil untuk keamanan perbatasan dan wilayah udara kita, dan konsultasi sedang dilakukan dengan NATO dan sekut-sekutu kita," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (10/3/2026), dikutip dari detikNews.

"Selain langkah-langkah yang telah kita ambil di level nasional, NATO telah memperkuat langkah-langkah pertahanan udara dan rudalnya," imbuh pernyataan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam cakupan ini, sistem Patriot yang ditugaskan untuk mendukung perlindungan wilayah udara kita sedang dikerahkan di Malatya," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

Kawasan Malatya dikenal sebagai lokasi pangkalan udara Kuracik yang berada di wilayah Turki bagian tengah. Area ini merupakan fasilitas penting yang dijaga pasukan Amerika Serikat (AS) yang menampung sistem radar peringatan dini NATO yang dapat mendeteksi peluncuran rudal Iran.

Meski Ankara membantah tegas jika data radar itu pernah digunakan membantu Israel, keberadaannya sudah membuat Teheran waswas.

Sebagai informasi, pengerahan sistem rudal Patriot ini dilakukan sehari setelah NATO menembak jatuh rudal kedua dari Iran. Rudal pertama dari Iran ditembak jatuh NATO di wilayah udara Turki pada 4 Maret lalu. Kala itu, militer Teheran telah membantah menembakkan rudal ke Ankara.

Selanjutnya AS menutup konsulatnya di Kota Adana, Turki bagian selatan, usai mendeteksi serangan rudal kedua Iran. AS juga mendesak semua warganya yang berada di sana untuk segera meninggalkan wilayah Turki bagian tenggara.

Selain Kurecik, pasukan AS juga ditempatkan di pangkalan udara Incirlik, fasilitas penting NATO lainnya yang berjarak sekitar 10 kilometer di luar Adana. Kuracik ini berada sekitar 350 kilometer ke arah timur laut Turki.

Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai, Teheran melancarkan rentetan serangan terhadap negara-negara di Timur Tengah yang menampung aset militer Washington. Selain dua pencegatan dalam lima hari terakhir, Turki tampaknya terhindar dari serangan.

Setelah rudal pertama dari Iran dicegat pekan lalu, NATO mengatakan telah memperkuat "postur pertahanan rudal balistik di seluruh aliansi", tetapi tidak memberikan rincian apa pun karena alasan keamanan operasional.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads