Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya

Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 01 Jul 2026 07:31 WIB
Ilustrasi Orong-orong
Ilustrasi Orong-orong (Foto: Wolfgang Hasselmann/Unsplash)
Jogja -

detikers pasti sudah tidak asing lagi dengan serangga bernama orong-orong atau bahasa Indonesianya anjing tanah. Penampilannya mirip jangkrik, tetapi dengan kaki depan bergerigi untuk mendukung cara mereka hidup.

Dikutip dari laman Field of Mars Environmental Education Centre, tubuh orong-orong berwarna cokelat dan bisa tumbuh hingga panjang 30-40 milimeter. Kepala serangga bernama latin Gryllotalpa ini dilengkapi antena pendek yang hampir tak terlihat.

Alih-alih gigi, orong-orong memiliki mandibula atau mulut bertipe pengunyah. Mulut ini membantu orong-orong menyikat akar hingga umbi tanaman sehingga sangat dibenci petani karena merugikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena bentuknya yang menyeramkan, terlebih dengan kaki depan 'berotot' dan berduri, gigitan orong-orong kerap jadi topik bahasan. Memangnya, orong-orong menggigit manusia? Apakah gigitannya berbahaya? Berikut penjelasan lengkapnya!

ADVERTISEMENT

Apakah Orong-orong Menggigit Manusia?

Sebelum membahas lebih dalam, detikers perlu tahu benar tidaknya makhluk ini menyerang manusia. Dilansir WebMD, kebanyakan ahli yakin bahwasanya mole cricket (nama Inggris orong-orong) tidak menggigit.

Namun, beberapa sumber menyebut orong-orong mungkin menggigit sebagai bentuk pertahanan diri ketika dipegang. Karenanya, detikers paling aman menjauhi kontak tak diperlukan dengan serangga satu ini.

Beruntungnya, orong-orong lebih senang bersembunyi dalam lubang di tanah. Mereka juga termasuk makhluk nokturnal alias aktif pada malam hari ketika kebanyakan manusia tengah beristirahat. Alhasil, potensi perjumpaan dengannya minim.

Bekas Gigitan Orong-orong Seperti Apa?

Tidak ditemukan sumber yang secara pasti dan gamblang menyebut karakteristik bekas gigitan orong-orong. Diperkirakan, gigitannya meninggalkan dua titik kecil atau luka dangkal di kulit.

Kemungkinan lain, gigitan orong-orong menimbulkan warna kemerahan atau sensasi nyeri sesaat. Gejalanya mungkin bersifat ringan sehingga akan hilang dalam waktu beberapa jam saja.

Di sisi lain, bekas gigitan orong-orong pada tanaman atau umbi, seperti wortel, lebih mudah dideteksi. Dirujuk dari buku Perlindungan Tanaman Sayuran Dataran Tinggi oleh Sri Nur Aminah Ngatimin dkk, salah satu tanda gigitan orong-orong di wortel adalah pembusukan.

Sebab, lubang gigitan orong-orong menyebabkan terjadinya infeksi sekunder cendawan patogen. Cendawan ini dapat masuk karena wortel terluka akibat orong-orong.

Gigitan anjing tanah di bagian tanaman lain, semisal akar atau daun, menyebabkan fotosintesis terhambat. Hasilnya, tanaman tampak layu dan lama-kelamaan mati.

Cara Mengobati Gigitan Orong-orong

Berdasarkan artikel jurnal berjudul 'Nine Venomous Thoughts or a Mythical Definition of the Mole Cricket in Lithuania' tulisan Daiva Vaitkeviciene, orong-orong tidak memiliki racun. Namun, gigitannya mungkin menjadi sarana penyebaran bakteri sehingga menyebabkan tetanus.

Jadi, bagaimana cara mengobati gigitan orong-orong? Atau, mengobati bekas gigitan yang kemungkinan disebabkan anjing tanah ini? Dirangkum dari NHS United Kingdom, berikut beberapa tipsnya:

  1. Jika ada apa pun yang tertinggal di bekas gigitan, segera hilangkan dengan hati-hati.
  2. Cuci kulit dengan sabun dan air untuk mengurangi kemungkinan infeksi.
  3. Beri kompres es yang dibungkus kain. Bisa juga memakai kain bersih yang sudah direndam dalam air dingin.
  4. Buat area bekas gigitan tetap tinggi.
  5. Apabila terasa nyeri, maka obat peredanya dapat dikonsumsi sesuai aturan.
  6. Jika terasa gatal, maka antihistamin bisa digunakan. Krim hidrokortison juga dapat dipergunakan untuk mengurangi gatal atau bengkak.
  7. Hindari menggaruk bekas gigitan.
  8. Apabila bekas gigitan tak kunjung membaik atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Nah, itulah sekilas mengenai gigitan orong-orong, mulai dari bekas hingga cara mengobatinya. Semoga bermanfaat, ya, detikers!




(num/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads