Ratusan Museum dan Tempat Bersejarah Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Internasional

Ratusan Museum dan Tempat Bersejarah Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Novi Christiastuti - detikJogja
Jumat, 27 Mar 2026 23:00 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX IMAGES OF THE DAY
Langit Teheran penuh asap imbas serangan Israel. Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Jogja -

Otoritas Iran melaporkan ada ratusan museum dan tempat bersejarah yang rusak akibat gelombang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Tempat-tempat bersejarah itu disebut menjadi sasaran serangan.

"Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung dan mengalami kerusakan struktural yang serius," kata kepala komite warisan budaya pada Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, dalam pernyataannya, seperti dilansir detikNews yang mengutip AFP, Jumat (27/3/2026).

Alavi dalam pernyataannya di stasiun televisi Iran menyebut salah satu yang rusak ialah Istana Golestan, Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash, yang juga dikenal sebagai Museum Perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah tempat bersejarah itu terdaftar pada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNESCO.

ADVERTISEMENT

Laporan kantor berita WANA News Agency menyebut museum dan situs bersejarah di Provinsi Teheran menjadi yang paling parah terkena dampak perang. Disebutkan bahwa lebih dari 50 situs mengalami kerusakan di provinsi tersebut.

Sekitar 20 situs di antaranya terdaftar sebagai situs warisan nasional. Selain itu, 19 bangunan bersejarah penting lainnya mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan struktural.

Sedangkan tiga bangunan arsitektur kontemporer di Teheran dilaporkan hancur total. Tiga bagunan itu yakni Gendarmerie, kantor polisi Bazaar, dan gedung kepolisian Baharestan.

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, dan terus berlanjut hingga kini. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads