Sebuah video viral di media sosial karena memperlihatkan seorang remaja, yang disebut bernama Bayu, mengaku dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Jogja usai mengritik program makan bergizi gratis (MBG). Pihak sekolah membantah dan menyatakan sudah memanggil yang bersangkutan.
Dalam video yang diunggah akun X @regar_oposisi, terlihat remaja yang memperkenalkan diri sebagai Bayu dan menjabat sebagai ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3. Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu, ia mengaku telah dilengserkan dari jabatannya usai memberikan kritikan terhadap MBG.
"Bayu ketua osis SMA 3 Muhammadiyah Yogyakarta. Dilengserkan secara sepihak sebagai ketua osis oleh pihak sekolah karena mengkritik dan menolak MBG. Tolong klarifikasinya @muhammadiyah," tulis cuitan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimintai konfirmasi mengenai kebenaran video tersebut, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Muflikh Najib, membenarkan bahwa remaja tersebut bernama Bayu dan berstatus sebagai siswa kelas 12 di SMA Muhammadiyah 3 Jogja.
Namun, Muflikh membantah jika Bayu merupakan ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Jogja. Ia juga mengaku telah memanggil Bayu untuk klarifikasi.
Tangkapan layar X memperlihatkan narasi Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Jogja ngaku dilengserkan usai mengritik MBG. Foto diunggah Senin (6/4/2026). Foto: dok. akun X @regar_oposisi |
"Mas Bayu sendiri bukan ketua OSIS bukan ketua IPM, jadi Mas Bayu sekarang posisinya kelas 12, kalau pengurus organisasi kan kelas 11, nah kelas 11 kemarin Mas Bayu tidak ikut organisasi itu dan bukan ketua. Ikutnya di kelas 10, tapi hanya beberapa bulan kemudian mengundurkan diri," paparnya saat ditemui wartawan di SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Senin (6/4/2026).
"Ketika kami tanya ya anaknya sendiri bilang itu bohong, cuma kami belum selesai untuk memperdalam karena kelas 12 sedang ujian. Untuk sementara kami hanya bisa menyampaikan ini aja," sambung Muflikh.
Selain itu, lanjut Muflikh, kejanggalan juga terdapat pada masa program MBG pertama kali ada di SMA Muhammadiyah 3 Jogja yang tidak sesuai dengan pernyataan Bayu dalam video tersebut.
"Kita dapat MBG kan baru tahun ini, tahun ini Mas Bayu kan kelas 12, organisasi kan kelas 11. Jadi apa yang disampaikan tidak benar semuanya," ungkapnya.
Muflikh bilang pihak sekolah pun tidak tahu menahu kapan dan di mana video tersebut dibuat. Namun ia menegaskan pihak sekolah tetap akan mengusut kejadian ini.
"Saya kurang tahu, hanya saja kalau dari videonya seperti kumpul-kumpul apa, saya kurang tahu," terang Muflikh.
"Permasalahan ini sedang kami dalami sedang kami gali, terkait motifnya seperti apa, untuk apa, tujuannya apa. Bahasa kami mungkin ini meresahkan ya," pungkasnya.
(apu/alg)


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya