- 5 Jenis Kambing Kurban Terbaik di Indonesia 1. Kambing Kacang 2. Kambing Peranakan Etawa 3. Kambing Boer 4. Kambing Jawarandu 5. Kambing Saanen
- Ciri Hewan Kurban yang Dipilih Rasulullah SAW 1. Termasuk dalam Bahimatul An'am 2. Sudah Cukup Umur 3. Bebas dari Cacat 4. Tidak Memiliki Gangguan Kesehatan Tertentu
Setelah berakhirnya perayaan Idul Fitri, umat Islam mulai menyiapkan diri untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha yang jatuh tanggal 10 Dzulhijjah. Menjelang peringatan tersebut, sebagian masyarakat mulai sibuk mencari hewan kurban terbaik sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Di Indonesia, kambing menjadi primadona hewan kurban selain sapi karena harganya yang lebih terjangkau dan mudah dipelihara. Setiap tahunnya, permintaan kambing kurban selalu meningkat di berbagai daerah.
Memilih kambing kurban berkualitas tidak bisa dilakukan sembarangan lho, detikers. Selain menilai kualitas hewannya, detikers juga perlu memilih yang telah memenuhi syarat sah menurut syariat Islam. Dalam hal ini, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang ciri-ciri hewan yang layak dikurbankan, mulai dari kondisi fisik hingga kesehatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja jenis kambing kurban terbaik di Indonesia? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
5 Jenis Kambing Kurban Terbaik di Indonesia
1. Kambing Kacang
Kambing kacang adalah salah satu kambing lokal Indonesia yang telah lama dipelihara secara turun temurun oleh masyarakat di berbagai daerah. Disadur dari artikel bertajuk Kambing Kacang, Salah Satu Sumber Daya Genetik Kambing Lokal oleh Simon Elieser, kambing jenis ini dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang baik, termasuk dalam kondisi ketersediaan pakan yang terbatas.
Umumnya, kambing kacang memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dengan ciri fisik seperti kaki pendek, telinga tegak mengarah ke depan, serta tanduk kecil yang mengarah ke belakang. Warna bulunya pun bervariasi. Biasanya didominasi oleh warna hitam dengan bercak putih atau kombinasi hitam coklat. Meski ukurannya kecil, kambing ini memiliki kemampuan reproduksi dan pertumbuhan yang baik. Oleh karena itu, kambing kacang kerap menjadi pilihan hewan kurban bagi masyarakat Indonesia.
2. Kambing Peranakan Etawa
Selain kambing kacang, jenis kambing lain yang dapat dimanfaatkan untuk kurban adalah kambing Peranakan Etawa (PE). Jenis kambing ini dikenal sebagai hewan ternak dwiguna karena mampu menghasilkan susu dan daging sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi para peternak.
Tiap ekor kambing PE mampu menghasilkan susu sekitar 0,5 hingga 1 liter. Susu kambing Etawa dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, meliputi lemak, protein, laktosa, dan mineral. Hal ini membuatnya bermanfaat bagi kesehatan.
Dilihat dari ciri fisiknya, kambing PE memiliki ukuran tubuh yang relatif besar dengan telinga panjang. Wajahnya cembung serta memiliki bulu yang lebih panjang di bagian paha belakang. Tinggi kambing PE berkisar antara 75-100 cm dengan bobot jantan sekitar 40 kg dan betina sekitar 35 kg. Dengan karakteristik yang dimiliki, kambing PE dapat menjadi pilihan bagi detikers sebagai hewan kurban.
3. Kambing Boer
Kambing Boer dikenal sebagai salah satu kambing pedaging unggalan. Dikutip dari artikel jurnal 'Pola Warna Hasil Persilangan Kambing Boer dengan Kambing Jawarandu' oleh G Husnu, dkk, kambing ini pertama kali dikembangkan di Afrika Selatan. Namun di Indonesia, sebagian besar kambing boer yang dibudidayakan berasal dari Australia. Jenis kambing ini banyak diminati karena memiliki daging yang baik serta pertumbuhan yang relatif cepat dibanding kambing lokal lain.
Dari segi fisik, kambing boer memiliki ciri khas warna coklat kemerahan pada bagian kepala dan leher. Sementara itu, bagian tubuh lainnya didominasi warna putih. Karakteristik ini menjadi salah satu ciri yang membedakannya dengan jenis lain. Dengan keunggulan tersebut, kambing boer dapat menjadi pilihan terbaik untuk hewan kurban.
4. Kambing Jawarandu
Jenis kambing yang satu ini merupakan jenis kambing lokal Indonesia yang memiliki populasi cukup tinggi dan tersebar luas di berbagai daerah. Dikutip dari tulisan Raden Febrianti Christi, dkk berjudul Karakteristik Ukuran Tubuh Kambing Peranakan Ettawa Pada Periode Dara dan Laktasi 1 Di Kelompok P4S Agribisnis Assalam Indihiang Kabupaten Tasikmalaya, Kambing jawarandu adalah hasil persilangan antara kambing kacang dan PE. Alhasil, kambing ini memiliki adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan.
Kambing jawarandu juga banyak dikembangkan sebagai kambing pedaging. Jika dilihat dari segi fisik, kambing jawarandu memiliki variasi bulu yang beragam. Seperti putih, coklat, hitam, hingga kombinasi keduanya. Umumnya, kambing jawarandu dengan warna putih coklat adalah yang paling sering ditemukan.
5. Kambing Saanen
Kambing saanen adalah kambing perah yang berasal dari lembah Saanen di Swiss, Eropa. Disadur dari artikel jurnal 'Performa Kambing Peranakan Etawa PE dan Saanen di CV Sahabat Ternak Sleman Yogyakarta' oleh Efo Cowaldi Welas, dkk, jenis kambing ini dikenal sebagai salah satu kambing terbesar di negaranya sekaligus penghasil susu. Hingga kini, kambing saanen telah menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dari segi fisiknya, kambing saanen memiliki ciri khas berupa bulu pendek berwarna putih atau krem. Terdapat pula beberapa titik hitam di bagian hidung, telinga, maupun kelenjar susunya. Bentuk kepala kambing saanen cenderung mirip segitiga dengan hidung lurus, telinga mengarah ke samping atau depan, serta ekor yang agak pendek dan tipis. Ukuran tubuh saanen juga umumnya cukup besar dengan pertumbuhan yang cukup baik.
Ciri Hewan Kurban yang Dipilih Rasulullah SAW
Dalam memilih hewan kurban, Rasulullah SAW memberikan teladan yang spesifik. Berikut ini adalah ciri-cirinya, dikutip dari Buku Saku Fikih Qurban: Kurban Kekinian oleh Oni Sahroni, dkk:
1. Termasuk dalam Bahimatul An'am
Menurut Ijma Ulama, hewan kurban harus berasal dari golongan bahimatul an'am atau hewan yang boleh dikurbankan. Terdapat empat hewan dalam golongan tersebut, meliputi unta, sapi, kambing, dan domba.
2. Sudah Cukup Umur
Dalam sebuah riwayat hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa hewan yang dikurbankan harus mencukupi umurnya sebagai berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسلة، إلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ، فَتَذْبَحُوا جَدْعَةً مِنَ الضَّأْنِ
Artinya: "Janganlah kalian menyembelih (kurban) kecuali berumur musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba berumur jadza'ah." (HR Muslim no 1963)
Umur musinnah menunjukkan bahwa suatu hewan sudah layak secara fisik untuk dikurbankan. Adapun umur yang ditetapkan untuk hewan kurban antara lain:
- Unta: Minimal lebih dari 5 tahun
- Sapi: Minimal lebih dari 2 tahun
- Kambing: Minimal lebih dari 1 tahun
- Domba: Boleh sekitar 6 bulan
3. Bebas dari Cacat
Hewan tidak sah dikurbankan apabila memiliki cacat seperti:
- Buta sebelah
- Sakit parah
- Pincang yang tampak jelas
- Kaki Rusak atau tidak berfungsi
4. Tidak Memiliki Gangguan Kesehatan Tertentu
Beberapa kondisi kesehatan berikut ini dapat mempengaruhi kelayakan hewan kurban, seperti:
- Gigi depan rontok
- Penyakit kulit
- Gangguan kesehatan serius
- Sangat kurus
Demikian penjelasan tentang 5 jenis kurban terbaik di Indonesia serta ciri hewan yang dipilih Rasulullah SAW. semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/aku)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya