Pemkot Jogja Terima 182 Aduan Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha

Pemkot Jogja Terima 182 Aduan Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 06 Mei 2026 14:43 WIB
Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Jogja, Udiyati Ardiani saat memberikan keterangan di Balai Kota Jogja, Rabu (6/5/2026).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Jogja, Udiyati Ardiani saat memberikan keterangan di Balai Kota Jogja, Rabu (6/5/2026). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja)
Jogja -

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Jogja menyebut telah menerima ratusan aduan terkait kasus dugaan kekerasan dan penelantaran yang terjadi di Daycare Little Aresha.

"Untuk pengaduan masuk hingga hari ini ada 182 aduan," kata Kepala UPT PPA Kota Jogja, Udiyati Ardiani kepada wartawan di Balai Kota Jogja, Rabu (6/5/2026).

Ardiani melanjutkan, dari 182 aduan itu Unit PPA Kota Jogja telah melakukan asesmen terhadap 130 orang. Sedangkan sisanya sudah mau mendapatkan pendampingan hukum dari Pemkot Jogja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 182 itu yang sudah kita asesmen orang tuanya sekitar 130 orang. Kemudian kurang lebih 40-50 orang untuk yang sudah mau berproses hukum dan hari ini dibuatkan untuk proses surat kuasa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Oleh sebab itu, Ardiani berharap 130 orang tua itu mau menggunakan pendampingan dari Pemkot Jogja. Mengingat hari ini Pemkot telah mengumpulkan mereka dan menjelaskan langkah-langkah hukum yang akan ditempuh.

"Dari 50 orang itu hari ini kita buka pintu. Harapannya para orang tua ini tahu bagaimana proses pendampingan lanjutannya dan mereka bisa melakukan pengaduan yang didampingi tim hukum," ucapnya.

"Jadi ini mungkin baru awal, kemudian yang belum melakukan pengaduan atau yang belum mendapat pendampingan hukum kita buka pintunya," lanjut Ardiani.

Terkait aduan jenis apa yang Unit PPA Kota Jogja terima, Ardiani menyebut terkait dugaan kekerasan terhadap anak-anak yang pernah mengenyam penitipan di Little Aresha.

"Pengaduannya untuk dugaan kekerasan yang dialami anaknya ya, baik yang sudah lulus ataupun yang saat penggerebekan kemarin ada di sana," katanya.




(aku/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads