Seorang peserta bernama Fitri (55) rela jauh-jauh dari Bandung untuk mengikuti event Jogja Run D-City 2026. Dia tampil unik dengan mengenakan kostum baju adat Papua untuk berlari.
Fitri mengatakan, dirinya dan suaminya baru sampai di Stasiun Lempuyangan sekitar pukul 03.30 WIB tadi. Dia lantas menuju hotel terdekat.
"Saya dari Bandung sama suami sampe sekitar jam setengah 3 tadi," ucapnya, Minggu (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitri dengan nomor peserta 3283 di event lari 5K itu tampak mengenakan outfit baju adat Papua lengkap dengan hiasan kepalanya. Dia mengatakan alasannya mengenakan kostum tersebut.
"Saya pengin aja pakai kostum ini. Sudah biasa pakai kostum kalau lari," jelasnya.
Alasannya mengikuti event lari ini, kata Fitri, karena dirinya dan suaminya senang berlari di Jogja. Dia menilai, masyarakat Jogja ramah, banyak lokasi sejarah, dan jarang terdengar klakson.
"Aku tuh suka lari di Jogja karena orangnya ramah-ramah, banyak heritage juga, sama nggak ada knalpot," katanya.
Dia mengenakan kostum tersebut sejak dari hotel. Kostum tersebut dikenakan karena dirinya mengikuti lari 5K.
"Pakai kostum karena ikut yang 5K," pungkasnya.
Event tersebut diikuti oleh ribuan peserta. Adapun kategorinya yakni 5K dan 10K.
Event lari yang menjadi bagian dari Jogja Financial Festival (JFF), Jogja Run D-City (JRDC) 2026, digelar hari ini. Dilangsungkan pada Minggu, 24 Mei 2026, JRDC mengambil rute membelah Kota Pelajar yang sarat keindahan dan budaya.
Berbeda dengan acara lari biasa, untuk kategori 5K Fun Run, pemenang ditentukan berdasar kreativitas, bukan waktu finish. Terbukti dengan adanya dua kategori pemenang, yakni Best Costume dan Best Social Media Post.
Di sisi lain, kategori 10K Race Run mengadopsi hadiah lari konvensional. Jika kamu finish di posisi pertama, kedua, atau ketiga, hadiah besar menanti.
(alg/dil)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya