Mulai 1 Juli 2026, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biodiesel 50 (B5) mulai dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara bertahap. Lantas, apa beda B50 dengan predesesornya, B40, dan berapa harganya?
Dilansir detikFinance, implementasi mandatori BBM B50 memang dimulai per 1 Juli 2026. Namun, pemerintah memberikan masa transisi selama 3 bulan kepada seluruh badan usaha. Tujuannya, agar badan usaha memiliki kesempatan menghabiskan stok lama B40 hingga melakukan proses blending.
"Masa transisi ditetapkan 3 bulan. Nah, masa transisi itu apa? Satu, menghabiskan stok," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipastikan, semua SPBU Indonesia sudah menjual B50 pada 1 Oktober mendatang. BBM jenis baru ini memang disiapkan untuk menggantikan B40 yang dijual PT Pertamina (Persero) dengan merk Biosolar.
Sebenarnya, apa itu BBM B50? Apa bedanya dengan B40? Apakah aman untuk mesin kendaraan? Berapa kira-kira harga per liternya? Jawaban dari seluruh pertanyaan itu dapat detikers simak melalui paparan di bawah ini!
Apa Itu B50?
Berdasarkan penjelasan di laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), B50 adalah BBM yang terbuat dari campuran biodiesel berbasis minyak nabati (50%) dan solar (50%). BBM ini adalah pengembangan dari seri-seri biodiesel sebelumnya, seperti B40, B35, B30, dan B20.
Dalam konteks B50 di Indonesia, minyak nabati yang digunakan bersumber dari kelapa sawit. Minyak tersebut diolah menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk kemudian dicampur solar.
B50 termasuk bagian transformasi sistem energi nasional menuju energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaulat. Dengan hadirnya, B50, diharapkan Indonesia mampu lebih mandiri secara nasional dengan memaksimalkan sumber daya domestik.
"Pengembangan B50 menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," tutur Eniya, dikutip pada Selasa (30/6/2026).
Perbedaan B50 dan B40
Perbedaan pertama antara B50 dan B40 terletak pada persentase biodiesel yang dipergunakan. Dilihat dari dokumen unggahan PT Pertamina bertajuk 'Spesifikasi Biosolar B40', BBM B40 memakai campuran biodiesel sebanyak 40%, sesuai namanya. Sementara itu, BBM B50 sebesar 50%.
Batas maksimal kadar air B50 adalah aspek lain yang berbeda. Bila B40 memiliki batas 380 parts per million (ppm) 380 atau 380 mg/kg, maka B50 lebih rendah, yakni 300 ppm. Umumnya, semakin rendah kadar air, semakin baik pula kualitas bahan bakar.
Menurut catatan detikFinance, B50 sudah diujicobakan ke unit alat berat. Hasilnya, dalam tes hour meter 1000 jam performa, alat berat yang memakai B50 menunjukkan konsumsi lebih tinggi 1-3 persen ketimbang B40. Hanya saja, peningkatan tersebut dianggap masih dalam batas wajar.
Penyebab peningkatan konsumsi BBM ini adalah kandungan biodiesel B50 yang lebih tinggi. Akibatnya, nilai kalor alias kandungan energi lebih rendah ketimbang B40 sehingga konsumsi bahan bakar meningkat.
Harga BBM B50 yang Mulai Dijual 1 Juli 2026
Pengguna kendaraan bermesin diesel mungkin merasa ingin tahu mengenai harga B50 yang dijual mulai 1 Juli 2026. Apakah akan sama dengan B40? Atau justru lebih mahal/murah?
Sampai artikel ini dibuat, belum ada kepastian mengenai harga BBM B50. Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman ketika ditanya menjelaskan harga B50 tetap mengikuti formula dan mekanisme penetapan yang berlaku.
"Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya aja, enggak ada hal khusus," jelasnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Keterangan senada disampaikan Eniya akhir April 2026. Ia menegaskan harga B50 sangat bergantung dengan nilai pasaran solar dan biodiesel yang bisa berbeda setiap bulannya. Alhasil, harga baru bisa diketahui pada 1 Juli 2026.
"Itu per bulan kan berbeda. Selalu per bulan itu ada perbedaannya. Nah, tadi yang sudah saya sebutkan yang bulan ini segitu ya. Nanti bulan depan berapa lagi itu beda lagi. Nanti pas 1 Juli berapa itu kan beda lagi, solarnya berapa gitu ya," terangnya.
Sebagai gambaran, harga B40 di laman Pertamina Patra Niaga untuk Juni 2026 adalah Rp 6.800/liter (subsidi). Adapun bila tidak disubsidi, harganya berada di angka Rp 22.900/liter.
Demikian penjelasan ringkas mengenai BBM B50 yang mulai dijual 1 Juli 2026. Semoga bermanfaat, ya, detikers!
(num/dil)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf