Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto (44) terbilang sukses menanam padi di galon bekas. Dia mengaku upayanya berburu galon-galon bekas itu tak mudah.
Dia mengaku butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan galon-galon bekas. Galon-galon itu dia cari tak hanya di sekitar Gunungkidul saja.
"Saya mencari galon sampai Jogja, pokoknya kalau ada yang jual Rp 1.000 per galon saya beli. Itu kendala pertama," ujar Santo Mboso, sapaannya, kepada detikJogja via telepon, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galon-galon bekas itu pun dia angkut dengan sepeda motornya. Santo mengaku tak mau membeli di rosok agar harga galon bekasnya lebih murah.
"Kendalanya saat mencari galon, saya cari harga yang murah. Karena kalau galon di rongsok itu harganya Rp 2.500-3.000, dan kalau di perorangan harganya hanya Rp 1.000," jelasnya.
Dalam kurun waktu empat bulan itu, Santo berhasil mendapatkan 1.200 galon bekas. Namun, hanya 840 galon yang muat diletakkan di pekarangannya.
Dukuh Ngelorejo, Gunungkidul, Susanto saat mencari galon untuk media tanam padi. Foto: dok. pribadi/Susanto |
Galon-galon itu lalu dia tanami padi Ciherang. Santo mengungkap perawatan tanaman padinya minim usaha, dan juga mudah dipantau.
"Menanam padi pakai galon ini banyak keuntungannya, seperti perawatannya mudah karena tinggal disiram air saja. Nah, yang paling penting tidak perlu macul dan membajak tanah," jelasnya.
"Terus bisa dipantau langsung karena kan lokasinya ada di pekarangan. Jadi kalau ada serangan burung pipit bisa langsung digusah (dihalau)," sambung dia.
Santo mengaku hasil panen padinya terbilang bagus. Dia menyebut satu galon bekasnya itu bisa panen sekitar satu ons.
"Hasil panen untuk satu galon itu rata-rata satu ons gabah. Jadi tinggal dikalikan saja berapa galon dikali satu ons," katanya.
Dia mengaku belum semua tanaman padinya panen. Sebab, dia tak menanami galon itu secara serentak.
"Kalau sekarang belum panen lagi, karena ada yang ditanam tidak bersamaan juga kan. Pokoknya yang penting warga jadi tahu kalau menanam padi atau lainnya tidak perlu biaya tinggi dan bisa dilakukan di rumah," ujarnya.
(ams/apu)


Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu