Cerita Pak Dukuh di Wonosari Berburu Galon Bekas buat Tanam Padi hingga Jogja

Cerita Pak Dukuh di Wonosari Berburu Galon Bekas buat Tanam Padi hingga Jogja

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 02 Jul 2026 12:20 WIB
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto.
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto. Foto: dok. Dukuh Ngelorejo Susanto
Jogja -

Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto (44) terbilang sukses menanam padi di galon bekas. Dia mengaku upayanya berburu galon-galon bekas itu tak mudah.

Dia mengaku butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan galon-galon bekas. Galon-galon itu dia cari tak hanya di sekitar Gunungkidul saja.

"Saya mencari galon sampai Jogja, pokoknya kalau ada yang jual Rp 1.000 per galon saya beli. Itu kendala pertama," ujar Santo Mboso, sapaannya, kepada detikJogja via telepon, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Galon-galon bekas itu pun dia angkut dengan sepeda motornya. Santo mengaku tak mau membeli di rosok agar harga galon bekasnya lebih murah.

ADVERTISEMENT

"Kendalanya saat mencari galon, saya cari harga yang murah. Karena kalau galon di rongsok itu harganya Rp 2.500-3.000, dan kalau di perorangan harganya hanya Rp 1.000," jelasnya.

Dalam kurun waktu empat bulan itu, Santo berhasil mendapatkan 1.200 galon bekas. Namun, hanya 840 galon yang muat diletakkan di pekarangannya.

Dukuh Ngelorejo, Gunungkidul, Susanto saat mencari galon untuk media tanam padi.Dukuh Ngelorejo, Gunungkidul, Susanto saat mencari galon untuk media tanam padi. Foto: dok. pribadi/Susanto

Galon-galon itu lalu dia tanami padi Ciherang. Santo mengungkap perawatan tanaman padinya minim usaha, dan juga mudah dipantau.

"Menanam padi pakai galon ini banyak keuntungannya, seperti perawatannya mudah karena tinggal disiram air saja. Nah, yang paling penting tidak perlu macul dan membajak tanah," jelasnya.

"Terus bisa dipantau langsung karena kan lokasinya ada di pekarangan. Jadi kalau ada serangan burung pipit bisa langsung digusah (dihalau)," sambung dia.

Santo mengaku hasil panen padinya terbilang bagus. Dia menyebut satu galon bekasnya itu bisa panen sekitar satu ons.

"Hasil panen untuk satu galon itu rata-rata satu ons gabah. Jadi tinggal dikalikan saja berapa galon dikali satu ons," katanya.

Dia mengaku belum semua tanaman padinya panen. Sebab, dia tak menanami galon itu secara serentak.

"Kalau sekarang belum panen lagi, karena ada yang ditanam tidak bersamaan juga kan. Pokoknya yang penting warga jadi tahu kalau menanam padi atau lainnya tidak perlu biaya tinggi dan bisa dilakukan di rumah," ujarnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads