Insiden kebakaran terjadi di Rama Billiard & Cafe, Jalan Kolonel Sugiono, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, pagi tadi. Pihak Rama Billiard & Cafe pun angkat bicara soal insiden ini dan menyebut jumlah kerugian yang ditaksir menyentuh Rp 20 miliar lebih.
Teknisi Kelistrikan Rama Biliiard & Cafe, Suwardi menjelaskan, taksiran jumlah kerugian ini dilihat dari dampak kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh bangunan. Menurutnya, dari hasil pemetaan, panggung live musik, resto, hingga lounge lantai dua hangus dilalap api.
"Kerugian kemungkinan di atas Rp 20 miliar lebih, dari soundsystem saja hampir Rp 2,5 miliar," jelas Suwardi melalui keterangannya, Jumat (3/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi di dalamnya sudah habis," sambungnya.
Suwardi mengungkapkan pihaknya menduga kebakaran ini dipicu adanya ketidakstabilan tegangan listrik akibat seringnya pemadaman bergilir di Kota Jogja. Namun, ia menegaskan hal itu masih dugaan. Pihaknya menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian untuk mengetahui pasti penyebab pastinya.
"Mungkin dari lonjakan tegangan naik dan turun bisa jadi pemicu. Meski ada genset otomatis tapi ada jeda, itu merusak alat ektronik, inventer itu pernah jebol satu," jelas Suwardi.
"Semalam itu habis closing-an live musik itu kelistrikan selalu dimatikan. Terus tadi pagi ada satu karyawan melihat ada sumber api di panggung," pungkasnya.
Diberitakan, kebakaran hebat melanda Rama Billiard & Cafe yang berada di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, pagi tadi. Sebanyak 36 meja biliar hingga perlengkapan band hangus dilalap si jago merah.
Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, membenarkan peristiwa tersebut. Insiden kebakaran ini terjadi sekira pukul 08.00 WIB.
"Benar, telah terjadi kebakaran di sebuah tempat biliar dan kafe di wilayah Mergangsan pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Dani saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Dani menjelaskan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja bagian dapur berinisial SA (23). Saat itu, SA baru saja masuk ke ruang dapur untuk mulai bekerja.
Namun, ketika menyalakan lampu ruangan, SA mendengar suara aneh seperti benda terbakar dari arah area panggung.
"Saat saksi menyalakan lampu dapur, terdengar suara kretek-kretek. Setelah dicek dan dicari sumber suaranya, ternyata berasal dari bagian panggung yang sudah dalam kondisi terbakar," jelasnya.
Melihat kobaran api yang mulai membesar, SA langsung berteriak meminta pertolongan kepada RD (27), seorang office boy (OB) yang berada di lokasi. Keduanya sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, karena api dengan cepat merembet dan membesar, keduanya akhirnya berlari keluar untuk meminta bantuan warga sekitar.
"Saksi kemudian segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mergangsan," lanjutnya.
(aku/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya