Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan pernyataan tegas soal Bea Cukai. Prabowo mengancam membekukan Bea Cukai, dan menggantinya dengan perusahaan swasta.
Dikutip detikFinance, perusahaan swasta itu adalah Societe Generale de Surveilance atau SGS, asal Swiss. Sebagai informasi, pembekuan Bea Cukai dan diganti dengan SGS pernah terjadi di era Presiden Soeharto.
"Ini untuk saya merupakan ancaman yang serius. Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukainya enggak betul, tahun ini, mungkin akhir tahun diganti dengan SGS," tegas Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari situs resmisnya, SGS merupakan perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi terkemuka di dunia. Perusahaan tersebut mengoperasikan jaringan lebih dari 2.500 laboratorium dan fasilitas bisnis di 115 negara, didukung oleh tim yang terdiri dari 99.500 tenaga profesional.
Tak hanya itu, Purbaya mengatakan akan ada lima pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada lima pelabuhan yang akan dirumahkan. "Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua," tegasnya.
Ketika ditanya soal orang yang menggantikan pejabat tersebut dari luar Ditjen Bea Cukai, Purbaya mengatakan akan mengoptimalkan dari pegawai yang sudah ada.
"Ada yang saya tukar. Kalau dari luar kan biasanya sih nggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja," tutup Purbaya.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/bai)
