Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim disebut mencapai Rp 8,5 miliar. Kebijakan ini menjadi sorotan publik hingga banjir kritikan karena dinilai terlalu besar. Apa jenis mobilnya?
Dana sebesar itu disebut untuk membeli kendaraan SUV hybrid bermesin 3.000 cc yang mumpuni untuk kemampuan offroad. Namun tak disebutkan mobil offroad apa yang dibeli untuk mobil dinas Gubernur Kaltim.
Dilansir dari detikOto, kemungkinan mobil dengan spesifikasi dan harga tersebut adalah Range Rover 3.0 Autobiography LWB. Mobil itu mengadopsi mesin 2.996 cc PHEV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan daftar harga di situs resmi Land Rover Indonesia, Range Rover 3.0 Autobiography LWB dengan spesifikasi standard dijual dengan harga Rp 7,43 miliar di Jakarta.
Klaim Sesuai Kebutuhan
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan pengadaan mobil dinas itu telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kendaraan operasional tersebut bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana vital untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem di Kaltim.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," ujar Sri dikutip Antara.
Pemprov Kaltim melalui BPKAD telah mengklarifikasi bahwa pengadaan ini tetap berpegang pada prinsip value for money dan efisiensi jangka panjang. Meskipun Pemprov sempat mencanangkan penghentian pengadaan kendaraan dinas pada Tahun Anggaran 2025, pengadaan untuk pimpinan daerah ini disebut sebagai pengecualian proporsional guna mendukung fungsi VVIP dan pelayanan tamu negara.
"Kondisi jalur di Kaltim sering kali berlumpur dan berbatu. Kendaraan multifungsi dengan kemampuan off-road yang mumpuni sangat diperlukan agar agenda kerja pimpinan tidak terhambat kendala teknis di lapangan," lanjutnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
