Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan tanda-tanda perang melawan Iran akan segera berakhir. Ia meyakini saat ini Iran sudah di ambang kekalahan dan akan sulit bangkit kembali setelah perang usai.
Dikutip BeritaKlik dari AFP, Kamis (12/3/2026), Trump menyebut Iran saat ini sudah terpojok. Dia mengklaim serangan AS akan membuat Iran "hampir mustahil" bangkit kembali menata negaranya.
"Mereka hampir berada di ujung jalan," ujar Trump di Washington DC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Trump, pasukan AS dapat dengan mudah menargetkan seluruh tempat di Iran. Hal itu akan membuat Iran semakin sulit melakukan pemulihan. Trump juga menegaskan pihaknya akan secara aktif memantau perkembangan dan memastikan Iran tidak dapat membangun kembali negara mereka dalam waktu cepat.
"Kita dapat menyerang beberapa bagian Teheran dan tempat-tempat lain yang jika kita lakukan, akan hampir mustahil bagi mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan kita tidak menginginkan itu," lanjutnya.
Trump sempat menunjukkan respons tidak senang atas terpilihnya Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, menjadi pemimpin tertinggi yang baru di Iran. Trump menegaskan kepemipininan Khamenei junior tidak akan dapat membuat Iran hidup berdampingan secara damai dengan AS.
"Saya tidak yakin dia bisa hidup dalam damai," ucap Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Anadolu Agency, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, militer Israel mengatakan gelombang serangan skala besar terhadap Teheran tengah dimulai. Pengumuman itu disampaikan Israel setelah Iran melakukan serangan rudal terhadap Israel.
"IDF telah memulai gelombang serangan skala besar di Teheran. Detail selanjutnya akan menyusul," kata militer Israel melalui saluran Telegram resminya, dilansir AFP, Kamis (12/3/2026).
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terbaru ke wilayah Israel. Mereka menyebut serangan udara gabungan dilakukan bersama sekutu Iran dari Lebanon, kelompok Hizbullah.
Serangan yang terjadi pada dini hari tadi waktu setempat itu berfokus pada lebih dari 50 target di Israel. Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Fars dan Tasnim, Garda Revolusi Iran mengungkapkan bahwa "operasi gabungan dan terintegrasi" tersebut melibatkan serangan rudal oleh Iran yang dilakukan bersamaan dengan tembakan rudal dan drone dari Hizbullah.
Baca selengkapnya di detikNews.
(des/des)
